tak mengapa, berbaik sangka saja

frame frame kehidupan telah ditentukan,
sebagai aktor saya hanya bisa menjalani dengan peran yang telah diberikan,
menjalani dengan segenap kekuatan, pemikiran, dan hati.

yang terakhir memang lebih sering didahulukan oleh perempuan, mungkin dalam segala siklus kehidupan, entah itu urusan kerumahtanggan, pertemanan, persahabatan, perkantoran, perdapuran .. makin lama makin ngelantur. maaf.

saat kita sudah berbuat baik, dengan nilai-nilai yang kita anut, saat kita sudah setulus mungkin berbuat, saat kita berniat baik, saat itu pula hati kita harus kita lapangkan seluas luasnya, karena tidak semua itu diterima dengan baik oleh manusia lainya, kita hidup bukan agar semua orang menerima kita, menyenangkan semua orang, tidak semua orang ridho terhadap apa yang kita terima dariNya dan ridho terhadap apa yang kita perbuat.

akan ada orang yang mengedepankan udzurnya saat kita berbuat salah,
akan ada orang yang mengedepankan buruk sangkanya saat kita berbuat salah,
semoga kita termasuk yang pertama.

akan ada orang yang bersedia memberitahu kita saat kita berbuat salah,
akan ada orang yang menutup mulut saat kita berbuat salah,
semoga kita termasuk yang pertama namun tentu dengan adab yang mulia.

beberapa peristiwa mengajarkan, tidak semua manusia yang terlihat baik, baik juga adab adabnya,
beberapa peritiwa mengajarkan, tidak semua yang terlihat tersenyum didepan kita, adalah orang yang paling tulus senyumnya,
beberapa peristiwa mengajarkan bahwa kita harus hati-hati terhadap orang lain, karena dua alasan diatas.

sekarang, lapangkan saja hatimu, bahwa ini semua tak lepas dari skenarioNya, teruslah menebar kebaikan meski kadang kita pun sedang terseok seok melakukan pesan kebaikan itu, ada peran yang harus kita jalankan, karena kita sadar, segalanya akan terakumlasikan, biar orang berkata sok alim, sok menasehati, sok agamis, dan segala atribut lain yang mungkin atau telah disematkan. itu biar menjadi urusannya dengan Tuhan.

tenangkanlah dirimu, luruskan niatmu, dan ingat janji Allah padamu. Cukup Allah saja bagimu.

sekarang, lapangkan saja hatimu, bahwa ini semua tak lepas dari skenarioNya, bahwa apapun pasti ada hikmahnya, tugasmu hanya berbuat baik saja, berprasangka baik kepadanya, “ah .. barangkali dia belum tau ilmunya”. membaiklah bersama, jika tidak mau, ada dirimu yang wajib engkau perbaiki selalu.

sekarang, lapangkan hatimu, berdoalah agar hatimu selalu berprasangka baik padaNya, dan tanamkan, “cukup Allah bagiku”.

nyatanya, jika ada iman yang kau genggam, akan ada hati yang selalu tentram, entah apa yang sedang hiruk pikuk mereka perbincangkan.

jangan menjauh dari orang-orang sholeh disekitarmu, karena biasanya orang-orang bergerak dalam orbit yang sama, pilihannya hanya ada dua, bersama mereka yang membawa pengaruh baik untukmu atau bersama mereka yang membawa pengaruh buruk untukmu.

begitu.

jadi tak mengapa, baik sangka saja, sebab engkau akan dihisab bukan atas prasangka mereka.

selamat membenahi hati,

semoga Allah berikan kita qolbun saliim.

 

jadi, cukup Allah saja ya 🙂
22 jumadil awal 1439h,
ncils ~

ps : segala tulisan di blog ini, adalah nasehat untuk diri penulis. jangan GR.

Advertisements

bertarung dalam doa

di pintu langit sana ada bermilyar milyar kata yang manusia lontarkan, yang manusia panjatkan kepadaNya.

apa kabar imanmu sayang ? setelah doa doa itu dikabulkan ?

apa kabar imanmu sayang ? setelah doa doa itu belum menampakkan apa yang diinginkan.

apa kabar imanmu sayang ? setelah banyak kenikmatan yang telah Ia berikan.

apa kabar imanmu sayang ? setelah beberapa ujian telah engkau selesaikan.

apa kabar imanmu sayang ? setelah yang datang sedikit melenakan.

apa kabar imanmu sayang ? setelah yang pergi sedikit mengagetkan.

apa kabar imanmu sayang ?.

semoga engkau masih tak lelah meminta rahmatNya yang begitu banyak dan luas.

meski jawaban dari setiap doa tak mesti dijawab iya, saat itu juga. meski jawaban dari doa tak mesti dijawab hal serupa yang engkau minta, manisnya, Ia gantikan dengan yang lebih baik. meski jawaban doa bisa menjadi tabungan pahala pada hari akhir nanti.

atas rodja dan khouf yang semoga selalu engkau sertakan dalam hal hal yang engkau langitkan. atas doa doa dari manusia manusia terpilih yang turut serta menginginkan kebaikan untukmu, mendoakanmu.

beberapa manusia memilih mendoakanmu dalam diamnya, beberapa manusia memilih mendoakan dalam upayanya, beberapa manusia memilih mendoakanmu lewat ramainya.

jika ada manusia yang sama sama menginginkan kebaikanmu, mereka sedang bertarung lewat doanya. yang jelas, suatu saat engkau akan mengetahui siapa yang jadi juaranya.

tugasmu, tak perlu bimbang, engkau juga berhak menginginkan kebaikan seseorang untukmu.. apapun bentuknya, engkau juga berjuang.

doa yang meraka atau kita langitkan tak pernah salah, ia akan selalu menuju kepada yang tertuju dalam berbagai macam bentuk yang mejelma menjadi kebaikan-kebaikan, meski awalnya saat doa doa itu terlihat telah dikabulkan, reaksi kita hanya ada dua disetiapnya. bersabar atau ingkar, bersyukur atau kufur. pada setiapnya, semoga kita yang pertama.

semoga yang hilang nanti tergantikan. semoga yang pergi nanti datang yang lebih baik. semoga atas setiap doa dilangit sana, membuat Allah ridho atas setiapnya.

sekali lagi,

 

semua aman jika digenggam dengan iman.

subuh di hari ke empat awal tahun,

©sylviia.wordpress.com