parade puisi “autis”

Syl :  “Di meja kerja ada pena tergeletak.

Siapa pemiliknya gerangan.

Jantung pena keras berdetak.

Dilupakan orang pergi ke seberang : pena, pena, beri aku tinta-Mu!

Agar kumaknai hidup “[Gola Gong]


Yongky : “agar aku dapat mewarnai kertas kehidupan.. pena.. berikan aku tinta-Mu yang agung dan tak tergantikan..

S : —> :’)


Y :  hahaha a little bit of the poetry… asal tulis aja itu.. ayo tah bertanding bales2an?

wakakakaka.. eh kapan yo ga ada lomba2?


S :  aku mendapati tinta itu lewat meja di gudang belakang.

mungkin itu hasil buangan.

nyatanya malah itu yang langsung dari DIA.

kini , aku dapat merangkai kata lewat 26 huruf !

26 huruf dikepalaku, merangkainya segera…

agar dia tak meledak di otakku.


Y :  pena yang tulus diberikanNya..

dari 26 huruf yang dirangkai..

memberikan sejuta makna kata..

kata yang memberikan sejuk kalbu..

menenangkan ramainya ruang pikiran


S:  keindahan yang kudapat dari tinta telah kugoreskan,

telah ku bagi,

huruf demi huruf yang menari begitu menyejukkan,

membuat mata tak ingin berhenti menatap,

membuat jiwa ikut beradu.


Y :  pena menari-nari di atas kertas..

menggoda seolah ingin sejenak saja diperhatikan

tapi begitulah manusia..

lupa akan asal, lupa akan usulnya..

dengan keangkuhan dan kesibukan

…seolah tak peduli akan kemolekan

yang agung dari sang Khalik…


S :   kudapati begitu banyak teguran,

namun tak kujumpai sebaris rayuan,

kuperoleh nafsu-nafsu besar manusia atas itu,

dan begitu tergores tebal.

Kau tahu apa itu ?

…KEKAYAAN !

Kekayaan apapun bahkan MORAL dan HARGA DIRI.


Y : muakk.. sungguh aku muak…

ingin ku lari ke tempat jauh nan sepi..

ke pelosok hutan, ke pantai tak bertuan

sekedar berteriak isi relung hati

aku lelah.. lelah ya Tuhan…


S :  kali ini aku ingin bergabung bersama buih di lautan..

menyatu,membuat gelombang,

menuju hilir yang damai..

bila itu tak juga kudapati,

…aku hanya sampaikan pesan lewat bintang,

berbicara pada langit..

dan membuat sebaris pinta..

Tuhan peluk aku dalam dekapMu..


—-> Tiba-tiba ada Edwin muncul ,

Edwin :  dan datanglah yang tak diundang

bersenandung dan berdendang

“ada orang ???”

miskin harta yang tak bisa hilang

…tak berani ku bicara tentang bintang

tak bernyali menatap Yang Gemilang

pemabuk berhitung satu sampai lima

satu dua empat lima

karena tiga tak berima

tak bolehkah ia diterima ?

bila rima bukanlah masalah

sudikah membatu hamba

membangkitkan yang hampir tiada.


S:  ada sedikit maksud,

ini luntur begitu saja,

mengalir begiitu hening,

diam begitu rasa,


Y : mungkin hanya kata..

ada hasrat namun tak ada waktu..

biarlah waktu berbicara

berucap tentang keluh jiwa


S : tik tok tik tok,

bunyi detik jam begitu terdengar sayup !

waktu habis,

lantas setelah ini aku tak bisa berlari lagi.

entah..

…akan kemana aku pergi

Advertisements

4 thoughts on “parade puisi “autis”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s