tentang INDONESIA

Tak ada hentinya negeri ini di uji.

Entah itu Ujian tentang alam, ujian tentang mental, ujian tentang harga diri.

Sang Guru nampaknya belum merasa puas,

Karena dalam setiap latihan, selalu tertera ANGKA MERAH.

Entah itu LIMA, EMPAT, bahkan TIGA .

TRAGIS, berkali-kali .

Saat inilah Sang Guru marah.

Mencoba memberi satu-dua “pelajaran” tentang makan kehidupan.

“Berusaha” mengerti apa mau dari muridNya.

Tak ada yang tahu,

tak ada yang dapat menerka.

Teknologi secanggih apapun, kapan terjadi bencana.

Jika Tuhan telah berkata “kun fayakun”

Maka jadilah apa yang Dia kendahaki.

 

Saat membaca beberapa berita di media.

Saat melihat “hasil” amukan alam di telivisi.

Ada banyak kata hati yang terdengar.

Sedih.Prihatin.Mencoba mengoreksi diri.

Mencoba memposisikan saat aku menjadi mereka.

Mencoba merasakan.

Mencoba memahami.

Mencoba mengambil pelajaran.

Dari semua yang telah terjadi.

Ini semua kutulis, untuk meredakan jiwa.

Yang mencoba berteriak, mencoba mengerti dan memahami.

 

Ini semua TENTANG INDONESIA.

 

Lagu Ebiet G Ade, mewakili INDONESIA saat ini.

Tengok, dengarlah , rasakan, pahami makna dari setiap kata.

 

 

Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan

Sayang, engkau tak duduk di sampingku, kawan

Banyak cerita yang mestinya kau saksikan

di tanah kering berbatuan

Tubuhku terguncang di hempas batu jalanan

Hati tergetar menampak kering rerumputan

PERJALANAN ini pun seperti jadi SAKSI

Gembala kecil menangis sedih

Kawan coba dengar apa jawabnya

Ketika ia kutanya “Mengapa?”

Bapak Ibunya telah lama mati

Ditelan BENCANA TANAH INI

Sesampainya di laut

kukabarkan semuanya kepada karang, kepada ombak, kepada matahari

tetapi semua diam,

tetapi semua bisu

Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit

Barangkali di sana ada jawabnya

MENGAPA DITANAHKU TERJADI BENCANA

Mungkin Tuhan mulai BOSAN MELIHAT TINGKAH KITA

yang SELALU SALAH dan BANGGA DENGAN DOSA-DOSA

atau ALAM MULAI ENGGAN BERSAHABAT DENGAN KITA

>>>>>>> Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang

 

 

Dengan berurutan, bencana terjadi di bangsa ini.

 

Lagu Ebiet meluncur pelan, di playlist :

Bila Masih Mungkin Kita Menorehkan Batin

Atas Nama Jiwa dan Hati Tulus Ikhlas

Mumpung Masih Ada Kesempatan Buat Kita

Mengumpulkan Bekal Perjalanan Abadi

Kita Pasti Ingat Tragedi Yang Memilukan

Kenapa Harus Mereka Yang Tertimbun Tanah

Tentu Ada Hikmah Yang Harus Kita Petik

Atas Nama Jiwa Mari Heningkan Cipta

Kita Mesti Bersyukur Bahwa Kita Masih Diberi Waktu

Entah Sampai Kapan Tak Ada Yang Bakal Dapat Menghitung

Hanya Atas Kasihnya Hanya Atas Kehendaknya

Kita Masih Bertemu Matahari

KepAda Rumpun Di Lalang KepAda Bintang Gemintang

Kita Dapat Mencoba Meminjam Catatannya

Sampai Kapankah Gerangan Waktu Yang Masih Tersisa

Semuanya Menggeleng Semuanya Terdiam

Semuanya Menjawab Tak Mengerti

Yang Terbaik Hanyalah…

>>>>> SEGERALAH BERSUJUD MUMPUNG KITA MASIH DIBERI WAKTU

 

Sedikit kata mampu meredam jiwa

Sebaris mampu mewakili hati

Yang ku coba persembahkan

 

 

Tuhan,

Hari ini,

kemarin

Telah ku saksikan KUASAMU

Tuhan ,

Apa mungkin gunung tak sanggup lagi menopang beban dari ulah kami

Apa mungkin laut tak sanggup lagi memberi petunjuk arah mata angin

Apa mungkin bumi tak mampu menopang ulah-ulah nakal kami

Apa mungkin

Apa mungkin

Apa mungkin

Tuhan,

Sedih , kusaksikan tangis, rintahan saudara kami

Tangis kusaksikan , jeritan hati mereka

Sekuat berusaha, meski raga tak bersama

Aku akan selalu berdo’a agar hati bersama mereka

Ku lihat kasih sayangmu

Ku lihat belaian lembutmu

Ku rasakan teguran kecilmu

Agar kami,

Agar kami mampu belajar

dari setiap tragedi dan peristiwa

yang menjadi saksi atas nama ALAM.

Sehelai daunpun tak kuasa menolak jatuh,apabila Kau sudah berkata JATUH.

Sekubik airpun tak kuasa menolak naik, apabila Kau sudah berkata NAIK.

Sepanas larvapun tak kuasa menolak tumpah, apabila Kau sudah berkata KELUARLAH.

Tolong,

beri kami ijin,

agar kami MASIH MAMPU

MEMAHAMI

MENGERTI

MENERIMA

BERSYUKUR

BERSUJUD

MEMETIK

Hikmah, Pelajaran, dan KASIH SAYANGMU selama ini.

 

 

>> Ulurkan tangan , mumpung kita masih diberi waktu

>> Sekecil apapun

Duka terdalam *

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s