Dear rain

Dear rain, please keep falling, don’t stop! ♥

Hujan, selalu membawa suasana tersendiri . Bau tanah, yang cukup untuk aroma terapi. Suara percikan air.

Hmm, begitu menyenangkan . Rasanya akan menciptakan imajinasi-imajinasi tersendiri.

Ahh, sayangnya sekarang nggak bisa hujan-hujanan. Kayak waktu kecil dulu, paling poll ya kehujanan waktu dijalan, waktu naik motor. Di kota besar kayak Surabaya ini, sudah jarang terlihat anak-anak yang main air hujan rame-rame. Begitu menyenangkan melihat tawa mereka.

-photo taken from deviantart-

Yang jelas saya suka sekali hujan.

Kalau lagi hujan, tolong jangan ngomel-ngomel ya, toh Tuhan punya rencana atas hujan itu. Mungkin ada yang lagi butuh hujan disana 😉

Eniwei, saya hari ini dapet saran berharga dari dunia per-bloggingan  dari seorang travel-writer bernama mbak Putri , seorang kru dari Hifatlobrain , melalui obrolan di dunia maya. Intinya, kenapa saya tiba-tiba jadi mikir pingin solo traveling yah ? Tuh kan, nahlo.!

Advertisements

4 thoughts on “Dear rain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s