dear~

Aku suka caramu ~

Dulu saya takut kalau ini cuma sesaat ! Tapi saya terus menyakinkan diri sendiri, kalau ternyata ini nggak sesaat ! Perlahan. Pasti.Yakin.InsyAlloh..

ternyata apa yang saya rasakan. SAMA.

Dingin malam menusuk tulang, ada semacam kehangatan yang terasa begitu dalam.

Aku tahu gimana ‘mentrasfer’ kehangatan itu

Terimakasih. Terimakasih atas kehangatan yang tercipta.

Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Apakah kau masih selembut dahulu
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap
Sambil membenarkan letak leher kemejaku
Kabut tipis pun turun pelan pelan di Lembah Kasih
Lembah Mandalawangi
Kau dan aku tegak berdiri
Melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin
Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
Ketika kudekap
Kau dekaplah lebih mesra
Lebih dekat
Apakah kau masih akan berkata
Kudengar detak jantungmu
Kita begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam cinta

Cahaya bulan menusukku
Dengan ribuan pertanyaan
Yang takkan pernah kutahu dimana jawaban itu
Bagaikan letusan berapi
Membangunkanku dari mimpi
Sudah waktunya berdiri
Mencari jawaban kegelisahan hati

-GIE-

 

Sumbing, 5-6 Maret

 

Indahnya alam yang tercipta.

Deras air terjun.

Bius angin malam.

Kicauan burung.


Advertisements

4 thoughts on “dear~

  1. Perlahan sangat pelan hingga terang kan menjelang

    Cahaya kota kelam mesra menyambut sang petang
    Di sini ku berdiskusi dengan alam yang lirih
    Kenapa matahari terbit menghangatkan bumi?

    Aku orang malam yang membicarakan terang
    Aku orang tenang yang menentang kemenangan oleh pedang

    Perlahan sangat pelan hingga terang kan menjelang
    Cahaya nyali besar mencuat runtuhkan badai
    Di sini ku berdiskusi dengan alam yang lirih
    Kenapa indah pelangi tak berujung sampai di bumi?

    Aku orang malam yang membicarakan terang
    Aku orang tenang yang menentang kemenangan oleh pedang

    Cahaya bulan menusukku, dengan ribuan pertanyaan
    Yang takkan pernah kutahu, di mana jawaban itu
    Bagai letusan berapi, bangunkanku dari mimpi
    Sudah waktunya berdiri, mencari jawaban kegelisahan hati.

    dimainkan dari nada C.
    aku suka ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s