surga kecil, Ranu Kumbolo ~

Akhirnya, Alhamdulillah (:. Puji syukur.. tempat yang saya inginkan untuk saya datangi , saya datangi juga.
Alloh memang Maha Baik, membuat segala sesuatu indah pada waktunya.

Tempat itu bernama Ranu Kumbolo, sebuah danau yang terletak di kaki gunung Semeru.

Kalau nggak karena 5cm, lagunya dewa yang Mahameru, mungkin keinginan saya yang buesar itu tak kan pernah ada. Sudah berapa kali saya posting dari youtube lagu Dewa tersebut, sudah berapa kali saya baca buku 5cm . Hemm, akhirnya tanggal 16-18 Juni kemarin kesampain juga. *sujud syukur*

Awalnya iseng-iseng lihat postingan group Explore Karimun Jawa, ownernya, mas Yusuf, ngajakin temen-temen yang pernah ikut ke Karimun, buat camping di Ranu Kumbolo. Membaca postingan tersebut, tentu tak saya sia-siakan :d. Ikutan nimbrung di postingan, belagak kenal sama yang lain.

Pertamanya, yang menulis komen “aku ikut”, cukup banyak, tapi yang cukup serius dan punya waktu pas hari H nya , Cuma 4 orang. Ahahahahahahahaha B). Mas Yusuf nya sendiri berhalangan ikut, karena ada tugas Negara, akhirnya yang ikut cuma saya ,mas Cris, mas Sonny, mb Irma, dan mb Anik. Pertamanya, yang aktif kontak-kontakkan itu Cuma saya dan ms Cris. Mb Irma, cuma sekali muncul di postingan dan bilang kalau mau ikut, setelah itu tidak dada kelanjutannya lagi. Berhubung saya dan mas Cris, sebelumnya nggak pernah kenal, sayapun merayu mb Irma untuk ikut (sekalipun sebelumnya, saya pun nggak kenal mb Irma) :D. Akhirnya dengan segala bujuk rayu saya, luluh lah hati mb Irma dan mb Anik (temen kos, mb Irma), untuk menemani saya ke Ranu Kumbolo. Dari sinilah cerita di mulai.

Mas Cris dan ms Sonni ini domisilinya di Solo, sedangkan, kami cewek-cewek bertiga tinggal di Surabaya. Karena Malang lebih deket dari Surabaya , maka di putuskan untuk janjian di terminal Purabaya, Jum’at pukul 6 pagi, kami sudah janjian untuk bertemu, tapi ya namanya orang Indonesia, jam 7 baru kumpul semua. Pagi itu kami menaiki bus Patas. Karena belum terlalu kenal dengan mereka semua , maka kami lebih banyak diam dan tidur untuk mempersiapakan fisik selanjutnya (ngeles.com). 😀

Sampai di Malang, kurang lebih pukul 10Pagi. Kami mencari angkutan untuk menuju pasar Tumpang.  Selama perjalanan, kami berdiskusi, hendak naik apa menuju basecamp perijinan dan Ranu Pane. Yang perlu diketahui disini, KAMI SEMUA BENER-BENER BELUM PERNAH ke SEMERU, alias gelap total.
Huahahahha, jadi selama ini Cuma baca-baca , how to get there ? 😀

Akhirnya, mungkin karena wajah-wajah kami yang cukup bego’ untuk bilang “naik apa habis ini? “, pak Supir angkot dengan baik hati menawarkan jasa mencarikan angkutan untuk membawa kami ke Ranu Pane. HOREEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEeee !

Sampailah di pasar Tumpang, dengan keadaan belum sarapan, dan mendekati makan siang, serta kepala yang sedikit pusing. Bertemulah kami dengan pak Ruseno, pemilik truk sayur yang biasanya mengantar sayur dari Ranu Pane menuju Pasar Tumpang.  Terjadilan negosiasi harga,

Kami  : “Pinten pak, soko mriki teng Ranu Pane”
Pak Ruseno : “ 50.000 saja dek , perorang ! “
Kami : “Hahhh ? Mboten saged kurang to pak ,sangking Suroboyo pak !”
Saya : “Lho pak , biasane mboten 30.000 mawon to “ *dengan muka polos, dan sedikit melas*
PR : “Lha niku lek adek gelem ngenteni wong 50 gawe tak angkut !”
Kami : “Pinten suwi pak ?”
PR : “Saged, sampe mbenjeneg, nak !”

Jediaaaarrrrr, kalau berangkat besok , dengan membayar 30000 dan berharap itu truk mengangkut 50 orang,
BISA GILA !

Akhirnya, kami putuskan untuk “mengalah” , karena memang kalau di logika, ya 50000 itu wajar.
Saya, mb Irma, mb Anik duduk di dekat supir . Sedangkan ms Cris dan ms Sonni duduk di bak belakang bersama tas keril kami. Sebelum melanjutkan perjalanan,  kami di antar pak Ruseno untuk mencari makan dan fotocopy surat keterangan sehat dan KTP.  Menu kala itu adalah krengsengan, hemm, benar- benar terasa nikmat di tengah anaconda yang terus meronta-ronta dan mencabik-cabik perut :D. tapi beneran laper, sumpah.

Berangkatlah kami menuju pos perijinan. Semeru ini termasuk gunung yang aktif, jadi masuknya agak ketat.
Memerlukan surat keterangan sehat serta KTP, dan kalau ingin sampai puncak (dengan ijin resmi),
harus mengisi SURAT SIAP MATI.  Kenapa ? Iya, Perijinan hanya mengijinkan pendakian sampai Kalimati, setelah Kalimati, maka itu menjadi tanggung jawab pendaki sendiri jika terjadi apa-apa.

Setelah mengisi semacam formulir, berangkatlah kami menuju Ranu Pane.  Jalan menuju Ranu Pane ini cukup fantastis, bikin nderedeg. Ada saatnya dengan truk sebesar itu, kami melewati kanan kiri jurang, dengan jalan yang sempit, berdebu, berbatu. BELUM LAGI, kalau papasan dengan sesama truk atau jeep dari arah berlawanan, cukup bikin mulut komat-kamit baca do’a. Tapi pemandangan yang disajikan juga nggak kalah,apalagi sepanjang melewati pegunungan Bromo. Only one word “Subhanallah”.

Setelah kurang lebih 3 jam perjalanan, sampailah kami di Ranu Pane.

Di Ranu Pane ini tempat perijinan kedua , jadi di pos pertama tadi kami diberi semacam surat pengantar masuk , yang nanti harus diberikan di pos di Ranu Pane ini. Oia, setiap kamera yang dibawa , dikenakan biaya 5000. Setelah melaksanakan sholat dhuhur dan repacking, berangkatlah kami menuju Ranu Kumbolo. Disini kami memakai porter, ya karena alasan dari kami BERLIMA, belum ada yang pernah melakukan perjalanan ke tempat ini sebelumnya,
jadi daripada nyasar dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, jadilah kami memakai jasa Pak Sugeng. Bapak ini cukup unyu, dari beberapa gigi yang tersisa dimulutnya, kalau ketawa “juga bikin ketawa” .

Pukul 1 siang, kami start menuju Ranu Kumbolo. Sepanjang perjalanan, cuma ijo-ijo yang saya lihat. Perjalanan yang sangat menyenangkan meskipun dengan 1 nafas 3 langkah , peluh keringat . Melewati jembatan, jalan setapak, perkebunan, jalan naik. Compliceted lah, tapi sumpaaahh seru abissssss .
Berhenti di tiap pos, ada 3 pos, sebelum menuju Ranu Kumbolo, jarak antar pos , entah berapa kilometer (karena saya nggak bisa mengira-gira jarak :D).
Dan cukup membuat mulut bertanya kepada pak Sugeng, “Pak ini kapan sampai? “.
Untunglah, pak Sugeng cukup sabar meladeni pertanyaan cerewet kami. Di setiap pos, kami beristirahat, membuka makanan kecil sambil menikmati kicauan burung dan suasana hutan (cielaaah, XD).
Lama-lama, capek, kaki udah mati rasa, sampailah kami di pos 3 . Huff , Di pos 3 ini , kami bertemu pendaki yang hendak turun menuju Ranu Pane, dan lagi-lagi bertanya, “mas , Ranu Kumbolo masih jauh ya ?”. dan menjawab “lumayan mbak, mbak ada jalan naik, nah itu terusss aja, bla bla bla”, kalau begitu bukan lumayan mas. Grrrrrrrrr. Belum lagi ada tulisan yang CUKUP menipu, sebelum pos 3 atau setelah pos 3 (saya lupa), ada tulisan “Ranu Kumbolo 500 Meter LAGI !”. Ngeliat tulisan seperti ini pasti seneng dong, tapi setelah dijalanin, “Behh ! Kamvrettttt, ini mah bukan 500meter !”.

Oke, dengan keinginan dan hasrat ingin sampai tujuan, kami selalu bersemangat untuk berjalan, mengikuti arahan pak Sugeng. Hingga suatu waktu, pak Sugeng meninggalkan kami dan lebih memilih untuk menunggu d Ranu Kumbolo. Oh my Goat, kami pikir karena hanya satu jalur saja, dan kami cukup percaya diri akan sampai ke tempat tujuan. Tapi begitu langit memerah kira-kira pukul 05.30, hanya ada 2 senter yang menerangi, milik mas Cris dan mas Sonni.
Mulailah kami meraba-raba jalan, dan betapa bahagianya ketika sudah menemukan sebuah danau. ALHAMDULILLAH. Akhirnya, kami semangat kembali, tapi pertanyaannya, dimana ujungnya ini danau ? oh Meeeeeen, hari mulai gelap, sudah mulai kiri jurang atau jalanan turun. Maka kami berjalan pelan-pelan, meraba jalan, mencoba mencari dimana pak Sugeng, yang siapa tahu nggak tega ninggalin kami dan menunggu dijalan. Tapi ternyata pak Sugeng bener-bener tega ninggalin kami T___________T. Hingga saat kami bertemu bapak-bapak “Pak, ninggali pak Sugeng mboten ?”, “Niku dek , sampun mlampah ! “, “Niki dalane pundi pak ?” “Itu, lurus mawonn, ketinggal kok !”.

Eaaa, matikon, di tengah rumput yang luas, jalannya asli nggak keliatan, maka kami lebih mengedepankan feeling dan cahaya. Dan sebenarnya agak mangkel sama pak Sugeng yang meninggalkan kami. Hiks T_T

Oke, setelah berjuang melawan gelap, serta kebutaan arah, sampailah kami di pondok Ranu Kumbolo pukul 18.30. Alhamdulillah ya Rabb…

Mari kita mendirikan tenda, membuat makan, dan tidurrrrrrrrrrrrr, karena waktu sudah terlalu lelah, serta kenyang.
Rasa lelah begitu menjalar disekujur tubuh (jiaaahhh, XD)

-Sabtu, 17 Juni 2011-

Kabut terus datang menghiasi Ranu Kumbolo, suhu pagi itu sampai minus 1, dan terdapat bunga es di sekitar rerumputan.
Sabtu pagi kala itu Ranu Kumbolo hanya di huni beberapa tenda saja, termasuk tenda Oom Don Hasman, seorang pendaki , fotografer yang hebat, serta rendah hati dan baik hati. Oom Don, begitu panggilannya, kalau ditanya beliau kesini sudah lebih dari 12 kali, dan dulunya satu MAPALA dengan Soe Hok Gie. Begitu banyak “pelajaran” yang saya petik ketika ngobrol dengan Oom Don. Terimakasih Oom Don 🙂
Pagi itu hanya dihabiskan untuk menikamati Ranu Kumbolo, memperbanyak teman, berkenalan dengan pendaki lain serta jalan-jalan ke Oro-oro Ombo. Yang paling istimewa adalah saat melewati tanjakan cinta, sensasinya luar biasa, “termakan” mitos, sekuat tenaga untuk tidak menoleh ke belakang . Karena ada saja yang menggoda “Seng ayu noleh rek !”, atau ada yang bilang “i love you”. Huahaha, kocak abis deh :))

Betapa saya senang sekali mempunyai banyak teman baru , berbagi kuliner, bercanda bersama terlebih saat menemukan teman-teman kocak seperti Et Brothers :).

Sore menjelang, mb Irma dan mb Anik memutuskan untuk turun terlebih dahulu karena sudah tidak tahan akan dinginnya malam di Ranu, mereka memutuskan untuk turun bersama Et Brothers. Baiklah, tinggal saya, mas Cris dan mas Sonni. Malam pun kami berusaha menghabiskan dan memasak yang lebih istimewa, dengan kepulangan 2 temen, otomatis logistik masih tersisa banyak, sementara minggu pagi kami berencana pulang. Ah, malam itu begitu indah, langit begitu terang, bintang bertaburan, beberapa kali melihat bintang jatuh. Ini salah satu yang saya suka, mengapa pergi ke tempat yang lebih tinggi itu selalu mengasyikkan, salah satunya bisa melihat bintang lebih banyak 🙂

saya tak bisa menejelaskan , mengapa batin saya dibuat tenang dengan menyaksikan Maha Karya Tuhan ini

-Minggu , 18 Juni 2011-

Kabut , kabut, dan kabut :). Biar bagaimanapun,Ranu Kumbolo selalu ada dihati . Pagi itu mau tidak mau kami harus pulang T_T. Setelah berfoto-foto ria, sarapan, packing dan membereskan tenda, kami berpamitan pada teman-teman untuk menuju Ranu Pane [lagi]. Saya, mas cris, mas Sonni berangkat pukul 9 Pagi, sepanjang perjalanan kami terus bercanda , dan saya selalu bersenandung “Seribu langkah kaki kecilku …..” :D. Agar supaya mas-mas itu sabar atas langkah kaki kecil saya :). Hehehehe… Jam 1 kami sampai di Ranu Pane. Alhamdulillah, perjalanan yang luar biasa, menyenangkan, membahagiakan. Pukul 4 kami kembali ke pasar Tumpang , untuk menuju terminal dan kembali ke Surabaya.

Berikut rincian biaya , yang dikeluarkan :

1. Bis Surabaya-Malang : 15.000
2. Angkot Terminal-pasar Tumpang : 6.000
3. Sewa truk untuk 5 orang (Tumpang-Ranu Pane) : 250.000
4. Makan siang : 8.000
5. Porter : 100.000
6. Truk (RanuPane-Pasar Tumpang) : @30.000

Terimakasih banyak kepada :

1. My Alloh SWT
2. Orang Tua
3. Partner perjalanan saya :
~ ms Cris dan ms Sonni : terengkyuuuu verymuchhhhhh, sudah suabar jalan bersama saya :D, jangan kapok yaaa
~ mb Irma dan mb Anik : makasihhh sudah mau nemenin 🙂
seneng punya sahabat baru seperti kalian, punya temen mbolang baru 🙂
4. Oom Don,mas Ray : makasih Oom sudah berbagi ilmu dan berbagi nasi 😀
5. Et Brothers : terengkyuuuu, seneng punya temen baru kayak kalian, semoga lain kali bisa ngesot bareng.
6. 5 cm a novel By Donny D.
7. Lagu Mahameru[Dewa]
8. kamu, kamu , kamu 🙂


Pesen saya, dimanapun, jangan lupakan identitas, sholat terutama :D. Karena bagaimanapun, Alloh lah yang mempunyai hak penuh atas kita. Dan Alloh itu sungguh meringankan hambannya, nggak bisa berdiri , bisa duduk , gitu gampangannya :D.

Over all, ALHAMDULILLAH HIROBBIL ALAMIEN.

-ada yang tersirat, saya pingin kesana lagi, kalau mampu , sampai Mahameru-

Advertisements

4 thoughts on “surga kecil, Ranu Kumbolo ~

  1. Halo, saya Alfons.

    Saya kebetulan ngeklik random, dan nyasar ke blog ini.
    Begitu saya baca, saya langsung “Lho! Om don itu kan rombongankuuuu!!!”
    Berarti kita pernah ketemu!
    Pas itu kami naik untuk mengantar calon mempelai yg mau nikah di puncak Semeru.

    Hahahahaha.

    • huahaahha :). makasih sudah mampir ke blog saya 🙂

      wahh, berarti (mungkin) kita pernah bertemu ya 😀

      salam kenal sebelumya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s