semoga berkah ya pak~

Selamat malam, seharusnya malam ini aku masih berada di Jakarta karena beberapa urusan dan janji yang harusku tuntaskan. Tapi, Allah telah menakdirkan ku malam ini sudah berada di Surabaya sejak minggu sore kemarin, itulah, aku boleh berencana, tapi Allah yang menentukan.

Malam itu Jakarta tak seperti biasanya, hehehe, memang yang seperti biasanya aku tak tahu. Tapi malam itu sepertinya tak akan ku lupakan seumur hidup.
Saat digonceng teman, seseorang memaksa mengambil apa yang ku punya secara paksa, kejadiannya begitu cepat, ludeslah tas dan isinya, berusaha mengejarpun tak sanggup, karena orang itu motornya lari sangat kencang. Sekujur tubuh merinding, langsung banyak istigfar saat itu, muka pucet, badan lemes dan tak tahu harus berkata apa. Beberapa gadget dan surat-surat pentingpun, HILANG !

Setelah sadar tak mampu mengejar, dan menelpon teman yang mampu “melihat”, kata teman “sudah tidak usah dikejar, disitu sudah ada yang nadahi, dia tidak bekerja sendiri, dan sudah masuk toko-toko, nanti kamu malah dituduh macam-macam”. Lemes.

Seketika itu langsung menuju kantor polisi terdekat, polisi membantu menelponkan bank atas ATM yang ku punya. Speechless, kejadian yang begitu cepat dan  membuatku binggung.

Diam, dan hanya mampu tersenyum tipis.
Esoknya aku segara mereschedule pesawat yang seharusnya hari rabu pindah ke hari senin. Dengan pertimbangan, aku harus mengurus KTP, SIM A&C, ATM dan beberapa surat penting yang lain.

Minggu pagi, aku sudah berada di terminal pasar minggu menunggu bus damri dengan tujuan bandara Soe-Hat. Mendapat duduk disebelah seorang nenek, dengan muka masih memikirkan kejadian semalam. Nenek itu pun mengajakku ngobrol, ku ceritakan lah apa yang sedang ku alami, beliau membuatku semakin ikhlas melepaskan barang-barang itu, banyak spekulasi yang kupikirkan, sebenarnya setalah kejadian itu aku berpikir, biarlah, mungkin ini ujian dan pelajaran dari Allah. Suara hati terus memaksaku untuk berbaik sangka kepada Allah. Dan alhamdulillah, aku mampu melakukannya. Begitulah takdir. Nenek itu begitu menguatkanku, aku memang tak kenal, tapi aku merasa, Allah mengirimkannya duduk disebelahku untuk membuatku lebih tenang, lebih ikhlas, dan lebih nrimo, serta mendo’akan bapak-bapak yang mengambil barangku itu, tak disangka, mengalir saja begitu dari mulut, untuk bapak-bapak itu “semoga berkah ya pak” :’)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s