Kita (aku) tak seperti mereka…

Catatan ini untukku.

 Wahai diri , adakah kau malu menjunjung syariat Allah ? Adakah kau malu menujukkan sunnah Nabi ?

Adakah kau enggan berislam secara kaffah atas seluruh hikmah yang telah Rasul sampaikan ?

Maka lihatlah mereka yang demi Rabb nya rela disiksa, lihatlah mereka yang demi memeluk  Islam yang satu, rela dicaci dan dimaki, mereka yang mentauhidkan Allah dalam setiap hembusan nafas, dan mereka yang rela bahwa Muhammad adalah RasulNya.

Setelah membaca ini, masihkah kau malas mengerjakan kewajibanmu terhadap Rabb mu ?

——————————————————————————————————————————-

Adalah Abu Jahal, bila mendengar seorang laki-laki masuk islam, dari kalangan bangsawan serta memiliki kekuatan, maka dia mencaci, menghina serta mengancamnya dengan mengatakan bahwa  dia akan membuatnya mengalami kerugian materi dan psikologis. Sedangkan bila orang tersebut lemah maka dia menggebuk dan menghasutnya.

Adalah Utsman Bin Affan digulung oleh pamannya ke dalam tikar yang terbuat dari daun kurma, kemudia diasapi dari bawahnya.

Adalah Mush’ab Bin Umair, manakala ibunya mengetahui keislamannya, dia membiarkan dirinya kelaparan dan mengusirnya dari rumah padahal sebelumnya termasuk orang yang hidup serba kecukupan. Lantaran tindakan ibundanya tersebut, kulitnya menjadi bersisik layaknya lulit ular.

Adalah Shuhaib Bin Sinan ar-Rumi disiksa hingga kehilangan ingatan dan tidak menyadari apa yang dibicarakannya sendiri.

Adalah Bilal, budak milik Ummayah bin Khalaf al-Jumahi. Lehernya dililit dengan tali, lalu tali tersebut diserahkan anak-anak kecil untuk diseret dan dibawa keliling sepanjang perbukitan Mekkah. Akibatnya, tali tersebut meninggalkan bekas dilehernya. Ummayah, sang majikan selalu mengijatnya kemudian menderanya dengan tongkat. Kadang ia dipaksa duduk dibawah terikanya sengatan  matahari . Ia juga pernah dipaksa kelaparan. Puncak dari semua itu adalah saat dia dibawa keluar di siang hari yang sangat panas, kemudia dilemparkan di tanah lapang berkerikildi kota Mekkah. Setelah itu, ia ditindih dengan batu besar pada bagian dadanya. Ketika itu, Ummayah berkata kepadanya, “Demi Allah, engkau akan mengalami kondisi seperti ini sampai engkau mati dan berpaling dari (ajaran) Muhammad dan menyembah Lata dan Uzza. Meskipun dalam kondisi demikian, ia tetap berteriak, “Allah Maha Esa, (Allah Maha Esa)”. Mereka terus menyiksanya hingga suatu hari Abu Bakar melewatinya, lalu membelinya dan menukarnya dengan seorang budak hitam.

Tak jauh beda dengan Ammar bin Yasir, mantan budak milik Bani Makhzum –yang telah merdeka- beserta keluarganya. Dia, ayah dan ibunya yang masuk islam tak luput dari penganiayaan. Mereka diseret keluar menuju tanah lapang oleh kamum musyrikin yang dipimpin Abu Jahal di siang hari yang sangat panas dan menyengat. Mereka menyiksa keluarga tersebut dengan panasnya cuaca. Ketika mereka sedang menjalani siksaaa, Nabi Muhammad melintasi di hadapan mereka seraya bersabda. “Bersabarlah wahai keluarga Yasir! Sesungguhnya tempat yang dijanjikan untuk laian adalah surga”

Yasir sang ayah, meninggal dunia dalam siksaan tersebut. Sedangkan ibunya, Sumayyah, ditusuk oleh Abu Jahal pada kemaluannya dengan tombak hingga meninggal dunia. Dialah wanita pertama yang mati syahid dalam islam. Setelah itu, kaum musyirikin meningkatkan frekuensi siksaan mereka tehadap Ammar, terkadang dengan menjemuranya saja, terkadang dengan meletakkan batu besar yang panas dan merah ,membara diatas dadanya dan terkadang dengan membenamkan mukanya kedalm air. Kala itu mereka berkata kepadanya, “Kami akan terus menyiksamu hingga engkau mencaci Muhamad atau mengatakan sesuatu yang baik terhadap Latta dan Uzza.” Maka dia pun terpaksa menyetujui hal itu. Setelah kejadian itu, dia mendatangi Nabi sambil menangis dan meminta maaf atas hal tersebut kepada beliau. Kemudia turunlah ayat AN-NAHL :106.

Dan ada Abu Fakihah –namnya Aflah- seorang budak dari Bani Andi ad-Dar dijerembabkan kaum musyrikin ke tanah yang melepuh oleh terik matahari, kemudian punggungnya ditindih dengan sebuah batu besar hingga tak dapat bergerak lagi. Dia dibiarkan dalam keadaan demikian sampai hilag ingatan. Suatu kali, mereka mengikat kakinya dengan tali, lalu menyeret dan melemparkannya ke tanah yang melepuh oleh terik matahari seperti yang dilakukan terhadapnya sebelum itu, kemudian mencekiknya hingga mengira dia telah mati. Saat itu Abu Bakar melewatinya lalu membeli dan memerdekakannya semata-mata karena Allah.

Dan ada juga Khabbab bin Al-Arat, budak milik Ummu Anmar binti Siba’ Al-Khuza’iyyah yang disiksa oleh kaum musyrikin dengan aneka siksaaan, rambutnya mereka jambak dengan sangat keras, lehernya mereka tarik dengan sangat keras  lalu melemparkannya ke dalam apo yang membara kemudia –dalam kondisi demikian- jasadnya mereka tarik-tarik sehingga api itu terpadamkan oleh lemak yang meleleh dari punggungnya.

Kaum musyrikin juga pernah membungkus seorang sahbat dengan kulit sapi dan untam kemudian melemparkannya ke atas tanah yang panas oleh terik matahari. Sedangkan sebagian yang lain pernah mereka kenakan baju besi lantas dilemparkan ke atas batu besar yang memanas.

Daftar para korban yang disiksa karena membela agama Allah demikian panjang dan kisah mereka amatlah mengharukan.

Cerita diatas dinukil dari Kitab Perjalanan Hidup Rasul Yang Agung Muhammad (Dari Kelahiran Hingga Detik-Detik Terakhir). Karya : Syaikh Shafiyyurahman al-Mubarakfuri.
 

Membaca cerita diatas, lalu lihatlah diri kita (diriku terutama) yang …. (silahkan isi titik-titik itu sendiri).

Catatan ini teruntuk diriku, dirimu dan kalian semua yang kusayangi karena Allah..

berdiri diatas sunnah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s