Ratu Pemilik Mahkota Terindah

image

Seorang ratu, kebanyakan manusia akan membayangkan wanita yang mengenakan jubah kebesaran dengan mahkota yang indah, dikelilingi para dayang, senantiasa dipenuhi keinginan dan kebutuhannya, seorang wanita yang merupakan pendamping dari seorang raja, seorang wanita yang begitu dihormati dan dimuliakan kaumnya. Dan dia tinggal dalam sebuah istana yang megah, sebuah istana yang menjadi impian setiap wanita.

Engkau bisa melihatnya, betapa banyak wanita yang memimpikan menjadi seorang ratu, atau MINIMAL menjadi seorang puteri, sehingga dimana-mana di belahan dunia diadakan lomba-lomba hanya untuk menjadi seorang puteri, hanya untuk mendapatkan gelar puteri, hanya untuk mengenakan mahkota dan dikagumi manusia, namun hakikatnya tidak demikian, wanita yang menjadi puteri ini tidak memiliki hak-haknya, bahkan hak sebagai seorang wanita pun tidak didapatkannya. Wanita yang menjadi “PUTERI” ini diperintahkan untuk menelanjangi dirinya, dipaksa menjadikan tubuhnya sebagai tontonan yang dinikmati kaumnya, diperintah kesana dan kemari mengerjakan urusan-urusan yang sama sekali tidak pantas dikerjakan olehnya, tenaganya diperas, tubuh dan wajahnya dieksploitasi untuk diambil keuntungannya bagi sebagian pihak. Lalu pertanyaannya, Apakah ini kehidupan seorang puteri? Itu baru HANYA seorang puteri, lalu bagaimana lagi jika seorang wanita menjadi RATU?

Mereka para wanita ini tidak menyadari, disana … nun jauh dari kemewahan, di sebuah pojok kota yang sepi, disebuah rumah yang sederhana, bahkan dalam sebuah rumah sewa yang murah, jauh dari gelimang harta. Namun wanita ini mendapatkan pemenuhan hak-haknya lebih dari seorang ratu atau puteri.

Seorang wanita yang mentaati segala perintah Robb-nya, taat pada suaminya dalam kebaikan, senantiasa ceria dan berbahagia, mensyukuri setiap rizki yang dianugerahkan Allooh kepada keluarga kecil mereka. Dia merasa mendapatkan kehidupan terindah yang selama ini banyak dikejar dan dicari oleh para wanita di dunia ini.

Betapa dia berbahagia memiliki sebuah keluarga kecil yang lengkap dan sehat, serta mampu memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari walaupun tidak dengan kemewahan. Semua apa yang diperlukannya terpenuhi, rumah sewa kecil yang nyaman, tempat belajar anak-anak yang baik, suami yang lembut dan penyayang, serta banyak hal yang indah yang sangat disyukurinya. Semoga Allooh Ta’ala senantiasa menambah rizki mereka dengan limpahan yang baik. Ia adalah RATU dalam rumah tangganya. Dicintai dan perlakukan selayaknya seorang ratu, dan bahkan mendapatkan hak-haknya melebihi apa yang didapatkan seorang ratu dalam istananya yang megah. Hak apakah itu?

Yang Pertama wanita sholihah itu mendapatkan haknya untuk belajar ilmu agama agar semakin baik akidah dan akhlaknya, agar ia semakin memiliki kesempatan yang besar untuk memasuki Jannah dengan rohmat Allooh Ta’ala. Ia dengan rajin mendatangi ta’lim bersama suaminya dan para penyejuk pandangan matanya, betapa suaminya memberikan kesempatan yang besar untuk menuntut ilmu syar’iy. Dan bahkan suaminya adalah madrosahnya yang utama untuk mendapatkan ilmu syar’iy dan menanyakan masalah-masalah dalam agama yang tidak diketahuinya. Ia mereguk kenikmatan ilmu demi ilmu setiap saat, setiap masa-masa yang dilewatinya bersama suaminya. Adakah “ratu” dan “puteri” yang disebutkan di atas mendapatkan kemuliaan seperti ini?

Yang Kedua wanita sholihah itu mendapatkan perlindungan atas kehormatannya. Betapa suaminya begitu memuliakannya dan melindungi kehormatannya, dibelikan ia pakaian taqwa yang menutupi setiap aurot dan lekuk-lekuk tubuhnya, sungguh ia adalah mutiara yang begitu berharga, hanya dia yang berhak saja yang bisa melihat keindahan wajahnya, hanya suaminya saja yang bisa menikmati kelezatan madunya. Suaminya senantiasa memikirkan kebaikan dan kehormatannya dimana saja ia berada, bahkan suaminya tak rela jika sang ratu harus berdesakan di pasar bercampur baur dengan banyak manusia yang bukan mahromnya, maka sang suami meluangkan sedikit waktunya untuk jadwal ke pasar berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Yang Ketiga wanita sholihah itu mendapatkan janji berupa Jannah yang telah dijanjikan oleh Robbnya, karena kebaikan agama dan akhlaknya, karena keikhlasannya melaksanakan syari’at dalam agamanya, maka dengan rohmat Allooh, peluang wanita sholihah tersebut untuk memasuki Jannah lebih besar. Maka betapa banyak “ratu” dan “puteri” yang jatuh dalam kerusakan karena limpahan harta dan kemewahan, inilah yang ada dalam pikiran seorang tabi’in yang mulia Saa’id bin Musayyib rohimahullooh ketika menolak pinangan kholifah untuk putrinya, dan malah menikahkan putrinya dengan Abu Wida’ah, seorang penuntut ilmu yang miskin.

Sungguh tidak memerlukan “sang raja” yang bergelimang harta untuk membahagiakan sang ratu ini, tidak memerlukan pangeran tampan yang menawan untuk membuat sang putri terpesona, dia calon ratu ini memerlukan seorang lelaki penuntut ilmu yang sederhana, lurus agama dan akhlaknya, benar akidahnya, benar manhajnya, bertanggung jawab dan memenuhi hak-hak keluarganya.

Seorang RATU yang memiliki mahkota kehormatannya, berjubahkan ‘ilmu syar’iy, memiliki penjaga yang senantiasa rela mengorbankan nyawanya demi kehormatan sang ratu jika ada yang mengganggunya. Seorang ratu yang benar-benar merasakan kehidupan yang indah penuh barokah, mendapatkan suami yang sholih dan penuh kasih sayang kepadanya, anak-anak yang menyejukkan pandangan matanya, kaumnya menghormatinya karena ketaqwaannya. Sungguh RATU yang memiliki mahkota dan jubah termahal yang dimiliki manusia. Berbahagialah para ratu ini. Betapa banyak ratu-ratu yang lain yang merindukan kehidupan ratu yang mulia ini.

Dari : Catatan Andi Abu Hudzaifah Najwa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s