Istrimu Bukan Pembantu

dear, future husband …

So Which Blessings of Your Lord Will You Deny~?

green gardening time

Obrolan di suatu siang dengan seorang kawan via Messenger..

  • Me: “Udah berapa bulan dek hamilnya?”
  • Fulanah: “Masuk trimester 3 mbak..”
  • Me: “Wah udah berat banget tuh rasanya.. Mau ngapa-ngapain serba salah. Begah..”
  • Fulanah: “Banget mbak, udah susah kalo duduk nyuci atau angkat yang berat-berat. Kalo habis ngerjain kerjaan rumah rasanya capek banget.. Nggak ada tenaga..”
  • Me: “Semua dikerjain sendiri? Emang suami nggak bantu-bantu dek?”
  • Fulanah: “Iya mbak, nggak ada pembantu. Suami mana mau bantuin aku beresin rumah. Pantang banget buat dia mbak. Aib..”
  • Me: “Lho, kenapa? Rasulullaah aja mau lho bantuin kerjaan istri. Kasian kamu dek, hamil besar masih harus kerja berat.. ”
  • Fulanah: “Entahlah mbak. Dari awal nikah emang udah begitu.. Ya mau gimana lagi..”

Saya menghela nafas panjang. Masih ada ya suami yang menganggap pekerjaan rumah adalah wilayah otoritas istri. Bahkan ketika sang istri sedang mengandung pun tak pernah mau…

View original post 1,251 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s