masih mau selfie ?

menggelitik ya videonya ?

narasi yang dibacakan sungguh menohok, bagi yang merasa ~

narasi yang dibacakan rasanya mewakili opini sebagian orang tentang, selfie atau wefie + hijab + kemudian sosial media + tombol “post”. Dan hasil dari tambah tambahan itu biasanya adalah “like”, kemudian pujian dan bisa jadi celaan atau bisa jadi juga nasehat.

apa ada yang salah dengan pujian ? silahkan berpendapat masing masing, sebab kita tidak tahu apa yang ada di hati dan pikiran si pemuji.

sayangnya, sosial media tidak menyediakan tombol unlike atau dislike. sayang sekali.

judulnya masih masih mau selfie ? kalau masih mau juga nggakpapa, nggak ada larangan, kalau untuk konsumsi sendiri.

Belakangan ini ramai tentang wanita-wanita (artinya, sepertinya ini akan atau telah menjadi hal yang ‘umum’)  yang memakai  atau tidak memakai niqob(cadar) kemudian selfie, entah itu dalam bentuk foto maupun video, kemudian di posting di instagram… bisa juga sekedar iseng posting. 😂😂😂

atau bisa juga di upload kemudian captionnya dakwah atau nasehat ~ joko sembung naik ojek, nggak nyambung jek 😁😁😁 .

Tapi yaa ~ sejatinya bukankah hijab adalah menutupi perhiasan ya ? Dengan ilmu saya yang minim ini.  Bukankah seorang wanita muslimah adalah bak mutiara didasar lautan ? yang seharusnya tersembunyi, dan kecantikannya hanya boleh dinikmati oleh mereka-meraka yang ada hubungan mahram oleh wanita tersebut.

menurut saya pribadi, sangat disayangkan, kalau ada muslimah yang upload foto,

kenapa ?

selain dari sisi agama. saya pernah menjumpai sendiri, teman laki-laki me-like postingan selfie upload instagram seorang perempuan, teman laki-laki saya juga kadang menyimpan foto perempuan-perempuan berhijab, entah darimana dia dapatkan, yang kalau dia saya tanya, perempuan perempuan tersebut bukan mahramnya, temannya katanya. ujung-ujungnya, dia perlihatkan kepada teman laki-laki lain, dan paling ‘minim’ celetukannya adalah “hee liaten ta, arekkk ikii uayunee, yok opo nek wong ngene iki dadi bojone awak dewe?”. (dalam bahasa indonesia, hee lihatlah, cantik banget orang ini, bagaimana ya jika perempuan seperti dia menjadi istri kita). Entah apa celetukan yang lain. Nah, itu masih bayangan lelaki yang menurut saya ‘biasa’ kalau laki laki melihat perempuan cantik kemudian membayangkan menjadi suaminya.

boleh saya suudzon kan seperti video diatas? bagaimana kalau laki-laki dalam kesendiriannya, saat memandang wajahmu, kemudian dia melakukan hal-hal yang dilarang ? gimana kalau dibayangkan yang kotor-kotor ? gimana ??

itu aja udah naudzubillah 😦 ,

dan bagaimana jika fotomu ‘dikonsumsi’ banyak orang, fotomu di edit sedemikian rupa, hingga sampai pada tahap nggak pakai pakaian tapi wajahnya pakai wajahmu, kemudian kamu mengetahuinya ? sedih, marah, ngambek, emosi, stress mungkin.

saya pernah menjumpai sendiri, gegara ada teman fb yang share, bagaimana sebuah situs di Indonesia, yang isinya ‘kelainan’ semua, dan banyak sekali foto perempuan berhijab yang fotonya terpampang kemudian foto itu dilombakan oleh member-member situs itu untuk diedit agar terlihat lebih seksi, dan di edit sedimikian rupa, entah diganti backgroundnya, diganti mukanya, atau mungkin warna baju, diganti badan milik orang lain. dan ini real, ini NYATA. ada situs seperti itu. dan bagaimana kalau disitu ada wajahmu ?

kenyataan itu harus dipaparkan, sayangnya saya kehilangan jejak link nyeleneh curhatan teman saya tentang jilbab selfie itu. menyedihkan, miris, kudu ngamuk, karena mereka saudari muslimah saya ::(((

Jadi begini, menurut saya terlepas apapun niat seseorang untuk mengupload foto atau video yang dimana disitu terdapat gambar atau fotonya. Jangan asal upload fotomu, karena sosial media ini jika tidak digunakan dengan baik akan menjadi pisau bermata 2, yang setiap saat bisa jadi menusukmu sendiri.

ada lagi yang nyeletuk, “lah, itu salah sendiri laki-lakinya nggak bisa jaga pandangan!”. Sanggahan ini ‘wew’ banget, padahal dia yang dirugikan, tapi dia bikin statement seperti itu. Nanti kalau fotonya dimacem-macemin nyalahin oranglain.  ajaib. padahal bisa dibilang foto yang sudah di upload ke sosial media adalah milik publik.

maka, jangan memberi kucing seekor pindang, jangan menyalakan api jika tidak mau ada asap.

duhai kamu, wajahmu terlalu berharga, coba pikirkan baik baik efek upload foto di sosial media.

niat memang hanya Allah yang tahu yaa, coba meminimalisir gambar diri ada di dunia maya, karena kalau kita tahu jahatnya orang orang itu memanfaatkan foto.

itu hanya pendapat pribadi saya.. syukur kalau ngena, kalau engga juga nggapapa. paling engga udah ngingetin. dan lagi tulisan ini untuk diri saya sendiri dulu, yang masih banyak butuh nasehat.

semoga Allah memberikan hidayah untukku, untukmu, dan untuk kita.

aku berlindung kepada Allah dari rasa futur, dari keinginan untuk memperlihatkan diri, terlepas dari apapun niat, entah itu untuk memotivasi atau hal yang lain.

sebab, sungguhlah benar bahwa, keanggunan seorang muslimah terletak pada rasa malunya.

semoga, diri ini selalu dihiasi rasa malu.

bahwa, cantik dan indahnya seorang muslimah hanyalah untuk suami dan mahromnya saja.

08-01-50-419239_146957782135304_1854686465_n

 

with 💕,

sylviia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s