tentang waktu dan ilmu

kalau saja kita tahu waktu yang Dia berikan begitu berharga,

kalau saja kita tahu kalau akan ada tanya guna waktu yang telah diberi,

kalau saja kita tahu banyak waktu yang pergi dan itu sia-sia, tak bernilai, pun dengan ibadah,

kita tahu bahwa kita banyak disibukkan dengan hal-hal yang kurang banyak manfaatnya,

kita tahu bahwa musuh kita sedang mengalihkan kita dari hal hal yang bertujuan semakin dekat denganNya,

1 jam saja membaca buku, kita merasa jumawa dengan berkata dalam hati, “ahh.. sudah 1 jam aku membaca dan mengambil faidahnya”. mencukupkan diri, dan pada kenyataannya musuh kita tidak mau kita menjadi manusia berilmu.

akhirnya syubhat mudah datang, padahal.. syubhat bisa dilawan dengan ilmu.

haloo! kamu harus punya manajemen waktu yang baik dan membaca kitab kitab lebih banyak.

sebab umur kita terbatas, tidak mempunyai masa tenggang, sedang kita ini merasa punya banyak waktu.

jika waktu kita gunakan dengan baik untuk menuntut ilmu, membaca kitab, kita akan merasakan kelezatan dalam membaca kitab itu. ada ketenangan yang kita rasakan.

ditanya Imam Syafi’i, 

“bagaimana keinginanmu terhadap ilmu?”, beliau menjawab, “seandainya aku mendengar satu huruf yang belum aku dengar sebelumnya, dan jika seluruh tubuhku mempunyai telinga untuk mendengar, niscaya semua telinga itu ingin mendengar satu huruf itu”.

“bagaimana semangatmu terhadap ilmu?”, beliau menjawab, “seperti orang yang tamak terhadap dunia”.

“bagaimana engkau mencari ilmu agama?”, beliau menjawab, “aku mencari ilmu agama seperti seorang ibu yang kehilangan anaknya, dan anak itu adalah anak satu satunya”.

begitu para ulama memanfaatkan waktu dan ilmu. kita ?

kalau saja kita tahu waktu tidak akan bisa diulang, kalau saja kita tahu waktu adalah nikmat yang sering kita sia-sia kan.

kalau saja kita tahu, sembari menyetir mobil mungkin, kita bisa memutar audio audio ceramah, dan itu bernilai pahala.

kalau saja kita tahu, sembari menytrika baju kita bisa memutar audio audio itu, dunia kita dapat, akhirat pun juga.

andai kita tahu betapa berharganya waktu.

dan sudah berapa lama waktu kita habis untuk hal-hal yang sia sia dan tak bernilai dimataNya?.

sungguh rugi.

dari : Faidah kajian “adab dan akhlak penuntut ilmu”  yang disampaikan oleh ustadz Abdurrahman Thayyib Lc hafidzahullah, 12 rajab 1438 H.

note : faidah ini ditujukan untuk diri sendiri dulu.

maka, selamat memperbaiki waktu, wahai diri. dan setiap yang dilalui adalah ujian, sedang memperbaiki sesuatu pasti ada ujiannya. dan ingatlah, bahwa besarnya pahala sama dengan besarnya ujian.
©sylviia.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s