bagaimana jika kita saling mendoakan

bagaimana jika ketika kamu membaca ini, kita saling mendoakan.. meski mungkin kita belum pernah tau sebelumnya..

dear people 🙂

 berbicara baik atau diam. membantu daripada terus mempertanyakan. mendoakan daripada terus membicarakan.

semua sudah ada yang mengatur.

kita tidak tahu tentang apa yang ia bisikkan pada Tuhan nya disetiap pagi dan malam. kita tidak pernah tahu hal-hal apa apa saja yang sudah ia ikhtiarkan. kita tidak pernah betul betul tahu isi hati seseorang. tidak pernah tau, mungkin rasa tawwakalnya yang sudah mendalam. kita tidak pernah tahu apa yang menjadikan dia mungkin ‘berprinsip’ demikian.

bertanya boleh tapi tahu ‘porsi’.

sekian pembukaan. inti tulisan ada dibawah ini …

tulisan dibawah ini dari mbak Tikasyaf

*Tentang Usia Menikah*

Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Bicara tentang pernikahan tak pernah ada habisnya. Disini saya ingin memaparkan satu poin yang selalu jadi topik di kalangan masyarakat kita : usia.

Katanya memalukan bila di usia 25 wanita belum juga menikah atau belum memiliki calon yang pasti.
�Kata siapa ?
�Itu hanya opini yang terbentuk di masyarakat kita.

�Salah jika wanita menikah di usia 30an ? 
�Apakah aib jika seorang wanita masih melajang saat usia kepala tiga ?

Lalu masyarakat atau orangtua yang meyakini paham tersebut selalu berdalih bahwa usia kesuburan wanita puncaknya adalah saat 25 tahun, dan akan terus menurun seiring bertambahnya usia.

Ok, teori. 
�Kenyataannya ? 
�Atas izin Alloh wanita bisa mengandung di usia berapapun. 
�Berapapun.
Wanita yang belum menikah menjelang kepala tiga, itupun terjadi atas takdir yang digariskan Alloh. Maka kita -yg kebetulan ditakdirkan berjodoh lebih cepat- apakah pantas berujar “cepatlah menikah.. nikah itu enak loh” 
�Atau
�“Mana jodohnya? Masih sendiri?”

Please people.. yang sudah menikah tidak perlu mendorong dorong temannya agar cepat cepat menikah.

Semua sudah diatur oleh sang Maha Pengatur. Kita tak perlu ikut campur.
�Pertanyaan ataupun pernyataan yang memojokkan menunjukkan seolah kita lebih tahu segalanya dari Yang Maha Tahu. Naudzubillah..

Kita tak pernah tau, belum menikah bukan berarti tak kunjung laku. Belum menikah bisa berarti merencanakan melanjutkan pendidikan, belum menikah bisa berarti menafkahi orangtua yang sudah tak mampu, belum menikah bisa berarti sibuk berdakwah untuk lingkungan sekitar. 


�Kita tak pernah betul betul tau apa yang menjadi prioritas seseorang. 

�Kita hanya seenak perut kita melemparkan opini yang belum tentu benar kenyataannya.


Kita tak pernah tau ucapan mana dari lidah kita yang menyakiti hati teman kita.

�Maka, kembali ingat kata Rosul : “speak good or remain silent”.

Jadi mari saling menjaga perasaan ~~

ps : salinan dari status FB tahun 2016.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s