yang sabarnya didahulukan.

yang sabarnya selalu didahulukan daripada tergesa gesanya,

yang sabarnya selalu didahulukan daripada kenikmatan kenikmatan yang sementara,

yang sabarnya selalu didahulukan daripada inginnya meski ada saja godaan datang menyapa,

yang sabarnya selalu didahulukan daripada melanggar prinsip prinsip yang ia bangun dan jaga,

yang sabarnya selalu didahulukan demi waktu yang nantinya ia inginkan, kebersamaan indah yang Tuhannya firmankan

sabar itu identik dengan menunggu, meski terlihat lebih lama dimata kita, lebih membuat kita berdiri lama, lebih membuat peluh menetes, lebih menatap, mendengar lebih lama..
pada ruang tunggu ada orang yang ingin datang menghampirimu.. dia bersiap sebaik mungkin, atas ilmu yang nanti akan dipraktikkan, atas tanggungjawab yang akan ia pikul, atas lisan yang siap membersamaimu dalam dzikir, atas telinga yang siap mendengar lebih banyak kata kata dalam keseharian.. atas tangan, kaki, bahu dan fisik yang akan bekerja keras lebih dari biasanya.

menunggulah dengan baik, sebaik baik figur yang akan engkau persembahkan.. genggam semua dengan iman, biar hatimu aman.

yang sabarnya didahulukan, ada surga yang menantimu untuk setiap detik kesabaran yang engkau upayakan.

kelak, saat ia datang, biar Allah saja yang campur tangan dalam setiap keputusan yang engkau tetapkan.. sebab tak ada yang sia sia atas istikharah yang telah engkau lakukan.

maknai dan resapi atas segala doa yang engkau lantunkan,

“yaa Allah aku mohon pilihan dengan ilmuMu..

bukan ilmuku karena aku tak tahu tentangnya, kecuali yang dhohir-dhohir saja itupun sangat terbatas, Engkau yang mengenalnya lahir dan batin, segala sesuatu yang tersembunyi Engkau mengetahuinya, yang tak tampak dariku, Engkau melihatnya,

..dan Aku memohon ketetapan dengan kuasaMu,,

bukan kuasaku, hati ini ada dalam genggamanMu.
Engkau mudah membolak-balikkannya dari benci jadi cinta, dari cinta menjadi benci, Engkau yang kuasa atas hati ini ya Allah..

..ya Allah kalau engkau tahu, urusan ini baik untukku, dalam agamaku, kehidupanku, dan kesudahan urusanku nanti, tetapkan dia untukku, mudahkanlah dia untukku, dan berkahi untukku di dalamnya…

 

yogyakarta, 5 syawal 1438 H.

©sylviia.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s