dalam dekapan keluarga.

jika kita sudah tahu ilmunya, jika kita sudah mengenal sunnah lebih dulu…

ingat..

ada orangtua yang baktinya harus kita upayakan, bentuknya ? beritahu ilmu yang kita dapatkan, agar beliau bisa mengamalkan. tak usah merasa jumawa.. sebab kita pun pernah ada diposisinya, “belum tahu ilmunya”, tak usah merasa lebih dari beberapa hal, sebab tanpa merekapun kita tidak ada.

jika kita sudah tahu ilmunya, ada diri kita sendiri yang harus selalu kita tempa, bahwa hakikat ilmu ada ada pada rasa takut dan akhlak.

ingat, ada orangtua kita yang berhak untuk mendapatkan akhlak terbaik kita, setelah Allah.

mungkin bentuknya bukan menasehati, ahh.. kita bisa cari cara untuk menyampaikan sebaik baiknya agar orangtua tidak merasa tersinggung atas sharing ilmu yang kita punya. tentu kita lebih tau tentang orang tua kita daripada oranglain kan ? mungkin, hadiah hadiah kecil bisa kita selipkan.

jika kita sudah tau ilmunya, sudah mengenal sunnah lebih dulu..

ingat, ada adek atau kakak kita yang mungkin pakaiannya belum sesuai dengan pemahaman yang Rasulullah ajarkan.. beri contoh, nasehati dengan baik, dan berikan hadiah berupa pakaian yang sesuai, siapa tahu jika kau tak ada, diam diam ia gunakan dan akhirnya menjadi kebiasaan. lagi lagi, tak usah merasa jumawa, karena kita sudah memakai duluan, karena sebaik baik pakaian adalah pakaian ketakwaan.

jika kita sudah tau ilmunya, sudah mengenal sunnah lebih dulu,

ingat, ada saudara ayah, atau saudara ibumu yang juga berhak atas kebaikan mu.. dengan ilmu.. mungkin ada dari mereka yang bekerja di lembaga lembaga yang jelas Allah haramkan. Selain mengingkari dengan hati, mungkin kita bisa menyampaikan ilmu dengan memberi bingkisan atau buku terkait.

jika kita sudah tahu ilmunya,

dalam dekapan keluarga, kita harus menyampaikan dengan kelembutan, memberikan contoh terbaik yang bisa kita berikan, berakhlak baik kepada mereka, beradab kepada sesama.

jika kita sudah tahu ilmunya,  sudah mengenal sunnah lebih dahulu..

kita harus menjadi lebih dermawan, lebih melebarkan senyuman daripada amarah, lebih ringan tangan, lebih banyak kebaikan yang kita sebarkan.

sebab mungkin, engkau bisa menjadi perantara hidayah dari Allah untuk orang orang disekitarmu. Iyakan ? 🙂

jika kita sudah tahu ilmunya,

ingat ada Allah.. karena Allah, atas Allah lah ilmu itu sampai kepada kita. tanpa Allah kita tidak tahu apa apa.

dan…..

karena kelak mungkin ada jariyah yang engkau dapatkan dari ilmu manfaat yang engkau berikan,

karena kelak ada pertanyaan, “apa sudah kau amalkan atas ilmu yang engakau dapatkan?”.

dalam dekapan keluarga, kita ingin masuk surga bersama seluruh keluarga kita kan ?

mari sempurnakan ~ 🙂
barakallahufiikum.

semangat lah wahai diri.

surabaya, 7 syawal 1438 H.

©sylviia.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s