nge like ?

sebenarnya mah akhir akhir ini saya kepikiran ini.

tolong barangkali ada yang meluruskan, mungkin pikiran saya aja yang lagi nggak singkron.

jadi..

kenapa kamu nge like postingan selfie seorang wanita, jika.

1. kamu seorang akhwat yang juga mensyiarkan muslimah baiknya tidak selfie. dilain waktu kamu juga ngelike foto selfie atau wefie seorang wanita (terlepas dia udah ngaji sunnah atau belum). sedangkan jelas, kamu orang kesekian yang ikut menasehati akhwat yang sudah ngaji tersebut buat nggak upload foto. jadi semacam, secara tidak langsung, kamu support mereka untuk posting foto selfie atau wefie mereka. sekali lagi terlepas dari foto yang kamu like itu foto seorang wanita yang sudah ngaji atau belum. apapun captionnya.

jadi apakah ngelike itu bisa diartikan support ?

2. kamu seorang ikhwan, yang ngelike foto diri seorang akhwat, apapun alasannya. saya bukan ikhwan sih, jadi saya nggak ngerti apa alasan ngelike. sedangkan, kalau saya nggak salah, perintah menundukkan pandangan, nggak hanya berlaku di dunia nyata, tapi maya juga. apapun captionnya.

hmmm.

ya udah kalau gitu, nggak usah main sosmed. yaelahh, kelar deh kalau dijawab gitu :|.

kenapa gitu kita nggak adil sama diri kita sendiri, nggak adil sama orang lain (yang belum ngaji terutama, dalam masalah upload foto), manasehati diri sendiri dulu juga dibutuhkan sembari menasehati orang lain. alhamdulillah kalau kita sudah bisa nggak upload foto (semua atas pertolongan Allah), sedang godaan diluar sana, apapun momentnya, rasa hati seorang wanita, “ingin dilihat” biasanya besar.  yakan ?

jadi kita juga jangan like juga dong, selfie atau wefie an orang lain. kalau dia mau upload itu urusan mereka atau dia (mungkin dia belum tau ilmunya),

oiyaa, sesuatu yang kita like, itu muncul di news feed orang lain, sehingga kadang orang lain bisa menilai dari apa yang kita like. ohh, dia hobinya ini, dia suka ini itu, misal. kalau kita cuek atas ini, yaa nggakpapa.

kalau mau nge like foto pemandangan silahkan, foto dakwah silahkan.. apapun yang di like saya nggak ngelarang, saya cuma heran atau kalo kata orang jawa , “nggumun”.

ya udah sekian, mohon maaf atas segala prasangka.

tulisan ini murni nasehat untuk diri saya sendiri dulu.

semua kembali ke diri kita masing masing, ke tanggung jawab masing masing. semoga kita bijak terhadap diri kita sendiri, terlebih untuk oranglain.
sekian :).

nasehatin saya, kalau saya keliru 😊. barakallaufiikum.

di meja kerja,

©sylviia.wordpress.com

Advertisements

4 thoughts on “nge like ?

  1. Saya pernah punya pertanyaan, akhwat -khususnya yang berniqab-, kenapa ada yang senang upload di sosmed. Ditutup kan supaya tidak dilihat, tapi kemudian di apload di sosmed (instagram) akun publik yang memang tempatnya ‘pamer’. Seperti paradoks gitu?

    • saya kadang juga binggung. spt itu menenggok kembali niatnya untuk memakai niqab.. smg Allah memberi hidayah untuk kita semuaa. aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s