meninggalkan jejak

sudah dua pekan ramadhan pergi,

bagaimana perasaanmu ? jika hatimu haru, mungkin kita satu frekuensi.

adakah rindu yang menggebu itu masih terasa.. meski hanya aroma ?

sejanak aku mulai berpikir.. apakah doaku seperti para salaf terdahulu ?

mereka berdoa selama 6 bulan sebelum ramadhan tiba, agar dipertemukan dengan ramadhan.. dan usai ramadhan, mereka masih berdoa selama 6 bulan agar amal sholeh mereka selama ramadhan diterima.

sebab mereka tahu, tanda diterimanya amalan adalah amalan kebaikan setelahnya. mereka para kekasih Allah, yang Allah inginkan kebaikan tahu bahwa, agar amalan ibadah mereka diterima mereka harus bersemangat untuk melakukan kebaikan yang lain setelah ramadhan itu selesai.

sesungguhnya ketika Allah menerima amal sholeh seorang hamba, maka Allah akan berikan taufik untuk berbuat kebaikan (amal sholeh) setelahnya. – ibnu rajab

kemudian seolah cermin besar berada didepanku ?. “bagaimana kah denganmu ?”.

dan sebab mereka mempunyai ilmu, maka mereka bersemangat untuk beramal. sebab mereka tahu dengan ilmu, mereka dapat meraih taqwa.

ilmu itu berbisik memanggil amal. jika amal itu mau maka ia akan bersama, jika tidak maka ia akan pergi – ali bin abi thalib

apa yang tertinggal dari ibadahku ?.

sholat malam ? alquran yang selalu menemani dan selalu dibaca disela sela waktu kewajiban yang lain ? uang yang dengan ringan keluar dari saku ? semangat puasa sunnah yang sama dengan puasa ramadhanmu ?.

kemana imanmu ?. kemana kesholehanmu ?

bukankah yang Allah sebut adalah “lambung mereka jauh dari tempat tidur mereka, dan diwaktu sahur mereka beristighfar dengan harap dan takut.”

Rabbi.. meski kaki ini masih terseok seok melangkah menuju jalanMu, mudahkan aku untuk melakukan ketaatan kepadaMu:”””””””

apakah imanmu jujur ?

jangan menjadi hamba yang sya’bani, jadilah hamba yang rabbani. beribadah kepadaNya disetiap waktu.

pesan dari Amil Bishir Abdul Haris itu harus kita ingat selalu, bahwa Tuhanmu ada disetiap waktu.

semoga imanmu(ku) baru selalu, ketaatanmu kepadaNya tak mengenal waktu, cintamu kepadaNya selalu menggebu, agar ibadahmu tak terikat batas waktu. tak usah terburu buru sebab istirahatmu ada pada sholat fardhu, amalkan sunnah yang engkau tahu, agar bahagiamu kekal hingga akhiratmu. berdoalah selalu, seperti doanya para salaf dahulu.

ramadhan, aku sudah merindumu.

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِى دِينِىَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِى وَأَصْلِحْ لِى دُنْيَاىَ الَّتِى فِيهَا مَعَاشِى وَأَصْلِحْ لِى آخِرَتِى الَّتِى فِيهَا مَعَادِى وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِى فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلِّ شَرٍّ

Alloohumma ashlih lii diiniilladzii huwa ‘ishmatu amrii, wa ashlih lii dun-yaayallatii fiihaa ma’aasyii, wa ash-lih lii aakhirotiillatii fiihaa ma’aadii, waj’alil hayaata ziyaadatan lii fii kulli khoirin, waj’alil mauta roohatan lii min kulli syarrin

[Ya Allah ya Tuhanku, perbaikilah bagiku agamaku sebagai benteng urusanku; perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku; perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku! Jadikanlah ya Allah kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejahatan.]

ps : “mu” diatas adalah “ku”.

catatan diatas lahir dari kajian ustad Abdullah Taslim Lc, MA hafidzahullah, “istiqomah setelah ramadhan”, 14 syawal 1438h.

source gambar : pinterest.

15 syawal 1438h.
sylvia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s