traffic itu macet.

langsung aja ya..

selalu berhubungan dengan macet, di kota yang terbesar kedua di jawa, sudah nggak bisa dipungkiri kalau menjelang weekend pasti macetnya luar biasa, apalagi kalau jam pergi ke kantor atau pulang kantor, dulu waktu nyari recehnya masih di kota sebelah, saya selalu malas pulang ontime, meski kalau naik sepeda motor bisa salip sana salip sini, bukan apa apa.. kaki pegel berhenti mulu dan bau asapnya yang aduhai.

kalau pas lagi ada keperluan urgent, dan butuh bawa kendaraan yang muat banyak, percayalah, diantara kemacetan jalan, bisa disambi sarapan, yang kadang emang ngga sempet sarapan di rumah, jadi bisa sambil buka kotak makan atau nasi bungkus, tarik handrem, lalu makanlah, atau kalau pikiran lagi suntuk, bisa disambi seperti ini


hati adem, in syaa Allah pikiran adem juga melihat pemandangan kemacetan.

ngomong ngomong, ditengah kemacetan gitu bisa sambil dengerin murottal, yang pertamanya ngga hafal, lama lama jadi hafal. disaat macet, ingatlah keberkahan waktu. daripada nyanyi lagu yang nggak mendatangkan apa apa, mending dengerin kalamNya biar tenang, dihayati biar hidayah masuk, nanti lama lama mulut ada usaha untuk menirukan, kemudian hati tergerak untuk menghafalkan, mencari arti, kemudian mengamalkan. siapa tau.

balik lagi, terus yaa.. saya jadi mikir, kenapa kota ini jadi super macet kalau pagi dan sore hari, kendaraan begitu banyak.. apalagi roda dua, subhanallah. kayak semut masuk sarang. belum lagi kalau pada nggak sabaran, serobotnya roda dua sama roda empat sama aja.

kenapa kendaraan begitu banyak dan semakin banyak ? sebegitu urgentkah kebutuhan kendaraan bagi masyarakat perkotaan (ngomongnya kayak sok ekonomi 😀 ). dengan penghasilan yang pas pas an, atau mungkin dengan penghasilan tengah bulan aja sudah agak kelimpungan, orang kok mudah memiliki kendaraan ?.

saya rasa, jawabannya karena adanya hutang, atau talangan, atau kreditan. iya nggak ? terlepas dari faktor apa seseorang tertarik membeli sebuah kendaraan, entah itu memang kebutuhan, gaya hidup, atau keterpaksaan. mudah kan bagi para dealer mengemas sedemikian rupa biar cicilan tidak terasa memberatkan ?. biar bunga tidak kelihatan ?.

harga diri siapa yang nggak naik (kalau memang yang dicari gengsi) ketika seseorang sudah membawa pulang mobil dari sebuah dealer ?. saya banyak sekali menjumpai iklan iklan kreditan dengan X% (bukan XX) cicilan atau DP nya yang cuma ratus ribuan. siapa yang nggak tertarik ? murahkan ?. urusan bisa melunasi atau tidak dipikir nanti, yang penting punya dulu. “toh gajiku cuma dipotong sekian untuk menutup cicilan”, biasanya orang mikir gitu.

kalau sudah tau ilmunya, in syaa Allah bisa nahan, biar nggak ada hutangan, kalau sudah tau ilmunya, riba akan ditinggalkan. kalau sudah tau ilmunya, in syaa Allah bisa tau, mana kebutuhan mana keinginan.

riba ? pernah dengerkan ? gampangnya nama lain bunga, itu riba. kalau belum tau, silahkan browsing di seaech engine muslim, http://www.yufid.com , apa itu definisi riba, apa akibat dari riba, dan apa hukuman bagi orang yang terlibat dengan riba. saya belum akan bahas itu disini.

fyi, dosa riba yang paling ringan.. sekali lagi PALING RINGAN, itu dosanya sama seperti menzinai ibu sendiri. Iyaa, IBU SENDIRI. BERZINA.

solusi biar punya kendaraan, kalau kepepet banget harus punya, pinjam dana yang tidak berbunga, saudara mungkin, atau menabung pasti dan perlahan.

yang jelas, cukup di dunia aja kita mengalami macet, jangan sampai di akhirat nanti macet juga jalannya gara gara riba.

dan pesan yang lagi happening, dan ditempel di kaca belakang kendaraan biasanya “real woman use two pedals”, “real men use three pedals”, islam punya selogan indah sendiri,

“real men buy car without riba”.

dan… berdoalah agar mempunyai hati yang qanaah, dan urusan kita dunia terlebih akhirat nggak ada kemacetan.

ps : draft ini akhirnya selesai ditulis, awalnya ditulis disela sela macet masuk kota. kaki pegel, akhirnya nulis aja.

sekian :).

di kota yang mulai macet,

sylvia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s