she left her heart in…

hujan turun begitu deras, bau tanah basah membuat perasaan berbeda

selalu,membawa pikiran terbang jauh pada sebuah kenangan,

air matanya jatuh, lama lama semakin deras, ia merasa rindu ini seperti rindu rindu yang kemarin,

ia gunakan kesempatan ini sebaik mungkin, karena ia yakin, saat hujan, pintu langit terbuka dengan lebarnya, ia berharap saat ini atau nanti kerinduan itu menjadi kenyataan, rapal doa yang ia gaungkan mampu mengetuk ngetuk pintu ar Rahman,

ia berkata kepada dirinya, “apapun jawaban doa, aku percaya Allah tak pernah tak mengabulkan, Ia punya caranya tersendiri”

handphone yang tak jauh dari jangkauan ia nyalakan, galeri,  gambar bergerak ia putar, air matanya semakin deras, ia semakin sesenggukan,

tahukah kau apa yang ia rindukan ? ia berbisik pada hati, “yaa Rabb, panggil aku untuk tinggal di kota itu.”

hujan semakin deras.

jika orang bermimpi untuk bisa tinggal di Eropa semacam Paris, London, di Australia, ia bermimpi bisa tinggal di sana..

inilah mungkin yang disebut kerinduan yang hakiki,

nuansa kota yang menenangkan untuk selalu terus mengingat Ar Rahman,

nuansa kota yang menyejukkan untuk selalu terus mengingat perjuangan suri tauladan,

nuansa kota yang menyenangkan untuk selalu terus berlomba lomba dalam kebaikan,

nuansa kota yang membahagiakan untuk menelusuri napak tilas orang orang terpilih yang disebut dalam sunnah dan al Qur’an,

nuansa kota yang didalamnya terdapat hukum hukum Tuhan yang ditegakkan,

nuansa kota yang didalamnya sedikit kemaksiatan,

yang kotanya selalu didatangi orang untuk mencari keberkahan,

yang kotanya selalu didatangi orang untuk ketaatan yang sunnah maupun yang diwajibkan,

yang senjanya berbeda dari senja senja yang ia saksikan,

yang harum aroma kekhusyukan nya niscaya berbeda dengan masjid masjid di negaranya,

yang gunung gunungnya menjadi saksi atas matinya para pejuang agama Tauhid,

dan itu sangat ia rindukan.

air matanya semakin deras.

maka Tuhan, pintanya begitu dalam. Ia pun percaya akan dikabulkan.

she left her heart in …. Madinah.

❤ is here, dear.

di subuh yang hujan,

tanpaspasi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s