selamat datang bulan penuh kebaikan

ahlan wa sahlan…

akhirnya bulan yang kita tunggu datang kembali. tapi mari merefleksikan, apakah kita benar benar menunggu datangnya bulan ini ?.

akhirnya bulan ampunan itu datang. tapi mari kita bertanya pada diri sendiri, adakah kiranya kita benar benar ingin memohon ampun atas segala noda hitam yang telah mencemari hati ?.

akhirnya bulan penuh ibadah itu datang. tapi mari mengambil cermin, dan bekata “wahai diri adakah keinginanmu untuk memaksimalkan segala tenaga, daya dan usaha untuk beribadah kepadaNya ?”.

akhirnya bulan diturunkannya al qur’an itu datang, tapi kemudian hati bertanya, apa targetmu dalam bulan ini ? target dua kali khatam ? seperti ramadhan lalu, namun akhirnya tidak khatam khatam juga. semoga tidak hanya sekedar wacana.

selamat datang bulan yang dirindu,

selamat datang bulan penuh ketaatan,

selamat datang bulan penuh ampunan,

selamat datang bulan al qur’an,

selamat datang bulan yang malamnya selalu dihidupkan, dan paginya menyejukkan,

selamat datang bulan sedekah, infaq, dan zakat,

selamat datang bulan penuh cinta.

maka semoga kita tidak menjadi lalai akan banyaknya berkah, kebaikan, bercocok tanam dengan bibit bibit yang kita punya.. dalam bulan ini.

:’).

jangan kebanyakan buber sana sini :). yang ujungnya nanti magrib sembahyang diwaktu akhiran , tarawih kecapekan, baca alqur’an cuma dapet selembaran..akhirnya ibadah ibadah ramadhan yang tertarget berantakan.

kalau sudah begitu, bagaimana jika ini ramadhan terakhir kita ?.

selamat dan semangat.. agar perjumpaan kita dengan Allah Ta’ala nanti bisa masuk lewat pintu ar-rayyan ๐Ÿ™‚

image source : pinterest.

30 sya’ban 1438 H.

ยฉsylviia.wordpress.com

terkabulnya doa

kita yang saya pakai dalam kalimat kalimat setelah ini adalah “saya”.

kita sering lupa bahwa jawaban “tidak” versi kita adalah yang terbaik menurut Allah,

sebab kita tahu kalau jawaban “tidak” itu bukan jawaban doa yang kita inginkan

padahal dibalik tidak itu akan Allah siapkan jawaban “iya” yang lebih banyak, entah dari segi jumlahnya atau dari segi keberkahannya, atau dari segi yang tidak tampak dalam pandangan mahluk, itulah terkabulnya doa

yaa.. karena “tidak”, tidak sesuai dengan hawa nafsu kita kan ?

kita hanya memandang dari penglihatan kita saja, sependek mana jawaban itu bermanfaat untuk diri kita saja.

ada yang mudah menerima jawaban itu, ada pula yang tidak.

karena ini tentang kelapangan dada untuk menerima, bahwa Dia tidak pernah mendholimi hambaNya, tidak pernah tidak mengambulkan doa doa yang telah mengentuk pintu langitNya.

“tidak”, untuk saat ini, esok Aku akan memberinya,

“tidak”, untuk dia, memang dia orang baik, tapi Aku lebih tahu siapa yang lebih pas untukmu dan seperti apa yang kau butuhkan,

“tidak”, meski kau benar benar menginginkan pekerjaan itu, jika Aku memberinya kau akan lalai terhadapKu, terhadap keluargamu, maka Aku akan memberikan pekerjaan yang lain,

dan masih banyak mungkin “tidak” atas yang kita minta, namun akan diberikan banyak ganti kebaikan yang berlipat, suatu saat kita akan menyadari hal itu, atau mungkin sudah… sungguh.

tinggal hati kita, percaya dan yakin, serta berbaik sangka kepadaNya. bahwa doa doa kita yang telah sampai ke langit sana, pasti akan dikabulkanNya.

 

 

dan pasti dikabulkan. iyakan ? ๐Ÿ™‚

 

percaya dan berbaik sangka.. sesederhana itu kan ? ๐Ÿ™‚

surabaya, saat matahari tepat diatas langit sana.

sylvia ~