menjaga

semakin kedewasaan bertambah, semakin paham bahwa yang dibutuhkan adalah seseorang yang dengan hikmah menegur dikala salah

semakin ilmu yang dipelajari bertambah, semakin paham pula bahwa yang dibutuhkan adalah seseorang yang sama sama menyibukkan diri menuntut ilmu, berada di taman taman surga dunia.

semakin banyak angka yang kita miliki, semakin paham pula bahwa kita membutuhkan seseorang yang sabarnya luas untuk mengingatkan dalam menghisab diri.

semakin banyak ilmu yang kita tahu, semakin paham pula bahwa yang dibutuhkan adalah sunnahnya dikerjakan dalam keseharian, akhlaknya terpuji didala bersendirian.

akhirnya kita paham, bahwa segala sesuatu yang berharga memang harus diperjuangkan dengan sungguh sunguh, mulai dari diri, yaitu perbaikan, kemudian diikuti hati dengan harap kepadaNya, lalu berserah atas segala ketetapan baikNya. tak lupa, ada do’a yang mampu mengubah takdir atas kehendakNya.

peluh dosa semakin membanjiri, berharap Ia masih merangkul dengan rahmat dan santun.

pada saat fajar datang dan senja mulai menghampiri, semoga dzikir pagi petang selalu menjadi benteng diri.

semoga, ikhtiar kita sama, lafal doa kita tak jauh beda, dan semoga kita berada dalam orbit yang sama.

semoga Allah senantiasa menjagamu.

tulisan ini untuk yang aku belum tahu siapa namanya :’)

sadar sekali diri masih bertabur dosa, maka semoga rahmat Allah senantiasa menghujani, tersebab tak ada putus asa dari diri.

aamiin ~

Advertisements

cita tertinggi

perihal ini kau harus tahu, kelak aku ingin membantumu membangun peradaban, sebaik peradaban yang kita ciptakan kelak. di dalam rumah kita nanti.

maka, izinkan aku menghabiskan waktuku di dalam rumah saja, untuk terus belajar dan mengasah diri.. mendampingimu, menjadi sebaik wanita.

maka, izinkan 1*25 jam yang aku punya, waktu ‘sibuk’ ku adalah untuk kapal kecil kita, untukmu, dan untuk ibrahim ibrahim kecil, untuk rumaysha rumaysha kecil.

kau tak perlu khawatir, saat ini dan kemarin kemarin, serta esok aku akan terus belajar menjadi istri, ibu, kakak, sahabat, dan adik yang berperan dalam kapal kecil kita.

saat ini, aku berusaha menjadi sebaik contoh untuk ibrahim dan rumaysha, sebab bukankah aku nanti akan menjadi madrasahnya ?.

saat ini, aku sedang menempa diriku sendiri, terus belajar dan terus.

kelak, biar lisanku sendiri yang mengajari mereka bagaimana cara membaca kita suci, sesederhana surat dalam rukun shalat, yaitu alfatihah, karena itu akan dipakai seumur hidup mereka.

kelak, izinkan mereka mendapatkan contoh akhlak terbaik dari kedua orangtuanya, pun dengan menceritakan tentang zaman Nabawiyah.

engkau tak perlu khawatir, meski aku terlihat repot dan mungkin ‘lelah’,

izinkan aku meminta satu hal, jadilah kepala madrasah yang baik untuk kapal kecil kita nanti, yang muaranya adalah surga firdausNya. satu hal saja, bawa kami ke surgaNya.

kau tau kan apa cita ku, sekarang ?

semoga Allah mudahkan.

^^

ditemani segelas teh,

©sylviia.wordpress.com

pic : pinterest.