terimakasih ya!

assalamu’alaikum.

terimakasih yaa atas kelapangan hati untuk memberikan pakaian baru maupun lama namun layak pakai yang telah diberikan,
terimakasih yaa atas satu dua helai maupun beberapa pakaian yang diberikan,
terimakasih yaa atas uang yang telah dikeluarkan untuk membelikan pakaian baru dan masih terbungkus plastik dan masih ada label merknya,
terimakasih yaa telah memberikan senyuman,
terimakasih yaa atas tenaga untuk mengantarkan pakaian ini ke titik kumpul,
terimakasih yaa atas uang jasa paket kirim yang telah dikeluarkan,
semoga segala kebaikan yang telah atau belum disebutkan mendapat banyak balasan kebaikan dari Ar Rahman. jazakumullahu khairan

Beberapa hari ini poster ini disebarkan melalui status whatsapp,

WhatsApp Image 2018-05-30 at 15.38.46

alhamdulillah beberapa hari setelahnya antusias datang, satu tas plastik, dua tas plastik berdatangan, lalu disusul sekerdus atas dua kerdus sarung. akhirnya menjadi banyak seperti bukit. hehehe

alhamdulillah.

mau tidak mau kami sortir, mana yang benar benar layak pakai, dan kami kelompokkan. mana untuk laki-laki dan mana untuk perempuan, mana gamis mana baju rumahan, dan seterusnya.

“kenapa kok nggak langsung dikasihkan?”

iyaa, kami sangat senang sekali menerima pakaian-pakaian ini. tapi ada yang.. sebenarnya bukan tapi juga sih, ~maaf, ada beberapa baju yang nggak kami berikan, dikarenakan ya memang layak pakai, tapi ‘malu’ kalau diberikan kepada mereka yang membutuhkan, entah itu sobek kecil (tapi terlihat), dibagian kerah (sudah kotor dan berubah warna), maupun pakaian-pakaian yang nampaknya kalau ‘dikembalikan’ nampaknya juga layak jadi kain ‘gombal’, maaf.

tapi boleh ya, saya sedikit berbagi.
ketika pakaian pakain itu mereka terima, tahukah, bahwa senyum akan mengembang lebar dari mulut mereka, desa Jamprong dan sekitarnya adalah desa yang penduduknya banyak muslim, tapi masih banyak yang menganut ‘kejawen’ dan untuk mendakwahkan yang haq, disana nyawa taruhannya. alhamdulillah, mungkin dengan sedikit apa yang mampu kita berikan akan membuat hati menjadi lembut dan mampu menerima kebenaran.

tentang berbagi,
mungkin ini tangan saya aja yang gatel nulis ini, boleh ya memberitau sedikit saja, namun semoga tidak menyinggung, jadi begini, bagi saya dan pengiat kegiatan ini, pakaian yang layak adalah bukan hanya yang bisa dipakai dan mereka dengan senang hati menerima, tapi coba kembalikan ke diri kita sendiri, “mau tidak pakaian tersebut kita pakai jika kita diberi?”, itu, mungkin beda cerita juga jika sudah tidak muat, itu bisa juga diberikan.

tapi kami berterimakasih banyak atas antusias dan kebaikan hatinya, dibulan nan bahagia ini semoga Allah banyak memberikan banyak balasan kebaikan.

ahh, maa syaa Allah, pokoknya senang sekali.

WhatsApp Image 2018-05-30 at 16.21.06.jpeg

ada pesan dari sahabat saya yang masih saya ingat, “jangan banyak banyak pakaian di lemari, one in one out, kelak juga akan dihisab mengenai ini “, begitu kurang lebihnya.

semoga Allah membalas dengan kebaikan berjuta kali lipat yaa semua ~

with love,
dipenghujung ramadhan ke empat belas.

sylvia~

Advertisements

dalam dekapan

dalam dekapan do’a,
ada lirih yang memanggil,
ada usaha yang tak henti,
ada tujuan yang dituju.
dalam dekapan takdir,
ada yang terbaik yang diberikan,
ada yang hikmah yang terbaca,
ada jiwa yang menerima.

dalam dekapan do’a dan takdir,

ada banyak sekali peristiwa yang telah terjadi, hidup selalu penuh kejutan, sesekali membuat tanda titik dua lalu tutup kurung, sesekali membuat tanda titik dua petik lalu tutup kurung.

ada banyak sekali perasaan yang dilibatkan, ada hati yang ikut berperan, ada akal yang tak mau kalah untuk memberikan sanggahan.

kini, ku serahkan semua kepadaNya, biarkan jalan langit yang bekerja.

“sebab ridha itu tidak ada lagi lelah” –

tiba tiba sebuah pesan masuk,

“bagaimana tilawahmu ? semoga ini sudah perjalanan ke dua”.

“ahh iyaa..” jawabku dalam hati.

di ramadhan ke dua belas,

sylvia yang sedang melambungkan harap.

source gambar : ig story.