bagaimana kalau…

bagaimana kalau ada yang menggagumi mu diam diam.

bagaimana kalau ada yang ‘maa syaa Allah sepertinya dia orang baik, sholeh/ah’, dan sederet ‘maa syaa Allah’ lain untuk dhohirmu.

bagaimana kalau ada yang sering menengok akun sosial mediamu diam diam.

bagaimana kalau ada yang menyapamu tanpa nama, merahasiakan namamu dalam doa, dan hanya menyapamu lewat lirih seiring hujan yang turun di bumiNya.

bagaimana kalau ada yang sering mengetik sesuatu yang berhubungan denganmu di browsernya.

bagaimana kalau ada yang diam diam tersenyum membaca tulisanmu.

bagaimana kalau ada yang bersemangat memperbaiki dirinya karena ada saja hal yang ia lihat pada dirimu.

bagaimana jika semua itu akhirnya ia padamkan karena ia tahu apa yang ia rasa seharusnya memang tak ada.. ia dekatkan lebih dekatkan diri pada Rabbnya.

pesan khusus : entah ini tentang siapa, hanya dari seseorang yang mengakunya seperti itu, dan ia sekarang tau.. ia telah menggagumi orang yang salah (tersebab ia sadar orang yang ia kagumi saat itu atau saat ini telah menganggumi orang lain).

bagaimana ia bisa tahu ? mahluk bernama perempuan selalu unggul dalam hal itu :). mudah baginya mencari orang yang ia kagumi meninggalkan jejak dimana, bercakap dengan siapa.

kagum mu tidak salah, hanya saja, hati hati tentang segala sesuatu yang tumbuh tanpa ijin. dan hati hati meletakkan kagum, meletakkan harap.

sekali lagi, jangan berharap kepada siapapun kecuali kepada Allah ❤

jangan lelah menjaga hati, jangan lelah menjaga jari, jangan lelah menjaga pandangan. tak usah terburu buru menggagumi.

genggam hatimu dengan iman ❤

jadi kau tau kan harus bagaimana setelah ini ?.

hujan kedua,

untukmu darinya.

 
pic source : pinterest.

Advertisements

patah rasanya.

bukan karena artis A nikah sama artis B, bukan.

inilah rasanya ketika lagi semangatnya kajian kitab, kemudian sudah membeli kitabnya di toko buku yang jaraknya lumayan jauh dari rumah.

kemudian terpatah kan oleh sebuah whatsapp yang berbunyi, “syl, kajiannya diundur sampai waktu yang tidak ditentukan yaa.”. begitulah pengumumannya.

“lho kenapa mba ?”.

“iya, ada takmirnya yang ngga suka.”

patah rasanya.

padahal saat selasa kemarin (pertama kali) dibawakan adalah hal hal dasar yang dulu pernah disampaikan dijenjang sekolah dasar, “siapa Tuhanmu?, “apakah agamamu?”, “siapakah nabimu?”.

ustadz yang notabennya pembawaannya lembut, penyampainnya baik, rasa rasanya tidak ada kalimat jelek atau menyakitkan yang beliau lontarkan saat mengisi materi.

pun yang dibahas masalah ringan, keutamaan bismillah juga dibahas di selasa lalu. salah satu faedahnya (apapun yang kita tulis misal surat, yang kita tulis ‘bismillah’ dulu baru salam. nah kan yang ini saya baru tau. based on Surat Nabi Sulaiman kepada Ratu Saba’. kalau dijaman ini mungkin nulis whatsapp).

balik lagi ke awal.

sedih :(.

kenapa makin keliatan orang yang menolak, menentang, membenci jalan ini.

jadi keinget sebuah berita bangunan rumah Allah yang ijinnya dibekukan. subhanallah 😦

jahat.

rumah Allah lho ini, kok berani ?. ini kajian nggak boleh diadakan aja rasanya sakit. gimana perasaan orang orang yang masjidnya nggak boleh dibangun.

rasa rasanya mau selembut dan sehalus apapun Ustadz menyampaikan, kalau hatinya kehalang hidayah ya semua tentang jalan ini dianggap jelek, menyimpang, melawan, kuno, sesat.

kemudian saya langsung klarifikasi kepada tante Enni, “iya mbak, doakan saja mereka mendapat hidayah dan taufiq”. tenangnya.

ahh.. hidayah itu mahal, kawan.

dari,

yang kau patahkan semangatnya.