jalan menuju surga.

Jika Allah menginginkan kebaikan untuk kita,maka Allah mudahkan kita untuk memahami agama,

jalan untuk memahami agama adalah dengan menuntut ilmu 🙂

“barangsiapa orang yang diinginkan kebaikan dari dirinya, maka Allah akan memudahkan dia untuk menuntut ilmu agama”.

Jadi, ini bisa menjadi cermin, apakah diri kita termasuk orang yang diinginkan kebaikan tidak ? dari diri kita oleh Allah Ta’ala.

Makin hari jika kita semakin semangat menuntut ilmu agama, maka Allah semakin cinta sama kita.

“barangsiapa berjalan untuk menuntut ilmu agama, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga”.

maa syaa Allah 💕.

Semoga langkah kaki kita dimudahkan berjalan menuju surga, dan Allah inginkan banyak kebaikan dari diri kita.

Yang sedang belajar secara khusus mengambil jenjang tentang ilmu agama, beruntunglah kalian .. apalagi menuntut ilmu di kota Nabi. maa syaa Allah. Semoga Allah mudahkan memahami, mengamalkan dan mensyiarkan kepada semua. allahumaa aamiin.

Karena menuntut ilmu agama itu sampai badan menyatu dengan tanah, tak mengenal usia, tak mengenal kedudukan, tak memandang status, punya harta atau tidak.

semua wajib menuntut ilmu agama.

ternyata orang bisa masuk kedalam surga, dan dimudahkan masuk kedalam surga, salah satunya adalah dengan menuntut ilmu agama.

barakallahufiik 🙂
ps : intisari habis lihat acara TV di salah satu stasiun swasta, tentang menuntut ilmu di kota Nabi.

21 April

Ibu kita adalah ummahatul mukminin…

keteladanan terbaik

keteladan terindah

keteladanan yang dapat menembus ruang dan waktu

yang kepada mereka sudah terdapat jaminan tempat terindah, surga

“Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka..” (Al-‘Aĥzāb) : 6

kesetiaan

kepintaran

kecerdikan

kesederhanaan

dan berbagai sifat, karakter dan kepribadian baik lainnya.

adalah mereka Khadijah bintu Khuwalid, Saudah Bintu Zam’ah, Aisyah Bintu Abi Bakar, Hafshah Bintu Umar bin Khattab, Zainab bintu Khuzaimah, Ummu Salamah Hindun bintu Abi Umayyah, Zainab bintu Jahsyi, Juwairiyah bintu Harist, Ummu Habibah Ramlah bintu Abi Sufyan, Shafiyah bintu Huyay, Maimunah bintu Harist.

Maa syaa Allah. Mereka adalah bidadari 2 negri. Maka selayaknya merekalah yang menjadi panutan kita. Belum terlambat untuk meneladani, belum terlambat untuk mengetahui sejarah mereka, kisah hidup mereka.

Tak kenal maka ta’aruf

kehidupan mereka dengan Rasulullah adalah kisah cinta teromantis, mapan nan harmonis.

Kemuliaan, kesabaran, rasa tawadhu, pengabdian, dan kewajiban memenuhi hak hak Allah dan suami mereka. Adakah yang lebih baik dari mereka ? :’).

Always mellow kalau bicara tentang Rasulullah dan kehidupannya. Semoga ya rasa cinta kita kepada mereka berbuah surga, tentu dengan meneladaninya.

Dan semua kisah para rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman” (QS Huud:120).

selamat berjuang, wahai diri … s e m a n g a t.

21 april, ibu kita adalah ummahatul mukninin.

 

أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

Jika kau cinta, ikuti dia.

jum’at sore, 24 Rajab 1438H.