tak ada jaminan

yang sedang viral adalah bagaimana memegang sunnah dan deen ini hingga kematian,

tersebab ada saudara yang dulu sudah keluar dari pekerjaan yang tidak ada kebermanfaatannya, kini ia kembali dalam pekerjaan itu,

entah apa yang membuat ia kembali, mungkin ada urusan urusan yang harus ia tangguhkan, sesama saudara seiman, ada 70 udzur yang harus kita berikan,

disamping itu,

kita tidak boleh meremehkan ketidakbaikan yang ia lakukan,

beberapa manusia mulai ketakutan, khawatir, sewaktu-waktu apa yang ia yakini, terlebih masalah aqidah dan sunnah bisa saja lepas dari genggaman,

tak ada yang bisa menjamin, bahwa benar dan sudah nyata dihadapan kita..

bersegeralah beramal kebaikan, sebelum datang fitnah seperti potongan malam yang gelap, yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. ads pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. ia menjual agamanya karena sedikit keuntungan dunia.

bahkan masih dalam hitungan sehari, iman bisa begitu cepat berubah, atas ujian ujian yang melenakan, ujian yang membuat seseorang mempertanyakan takdir yang Tuhan berikan.

kita mungkin sudah melihat proses hijrahnya, hingga mungkin tahap kagum, “mengapa dunia yang menawarkan sejumlah bayaran menggiurkan ia tinggalkan ?”, hijrahnya membuat orang lain ingin hijrah juga, dunianya yang lalu ia ceritakan kepada orang orang yang penasaran, dan ingin menjadikannya pelajaran.

sampai disitu, saya teringat petikan hikmah dari Ustad Yazid -yang semoga selalu dalam perlindungan Ar Rahman-, “untuk apa masa lalu diceritakan, diambil pelajaran, toh dia sekarang masih hidup, untuk apa maksiat diceritakan, maksiat itu ditutupi, aibnya jangan dibongkar”.

beliau selalu tegas dalam penyampaian, dari situ kita bisa mengambil pelajaran, bahwa aib atau ketidakbaikan memang seharusnya TIDAK diceritakan, sampai sampai menjadi pembicara dalam sebuah majelis, simplenya “tutupi dan doakan”, kurang lebih begitu intinya.

karena menjadi hijrah yang baik adalah ketika kita paham makna tauhid dan bisa mengamalkaan sunnah hingga kematian, mungkin selepas itu boleh diceritakan, seperti kisah kisah salafus sholeh,

karena selama nafas masih ditenggorkan, tak ada jaminan bahwa bara api itu masih dalam genggaman.

seperti yang telah dikabarkan, bahwa akan datang zaman dimana orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti menggenggam bara api.

sekarang, kita percayakan kan, bahwa nikmat terbesar adalah apa yang kita yakini saat ini (mengenal sunnah), sekarang percayakan tidak ada yang perlu kita sombongkan, sekarang kita percayakan bahwa mempertahankan jauh lebih sulit daripada mendapatkan, sekarang kita tahukan ada doa doa yang hariannya HARUS kita rapalkan yaitu meminta sunnah ini agar selalu dalam genggaman apapun bentuk ujian yang Ia berikan,

sekarang, kita percayakan, kalau kita harus saling mendoakan ?

ini adalah tentang keresahan.

pagi dengan secangkir susu ditangan, 17Dzulqoddah1438H

©sylviia.wordpress.com

Advertisements

Berlalunya Ramadhan

Sebuah catatan kecil tentang kajian live  di radio suara Al-Iman  yang disampaikan oleh ustadz Fadlan Fahamsyah LC, hafidzahullah.

Ramadhan telah pergi dan berlalu, adakah manis dan khusyuk yang saat itu kita rasakan ikut berlalu dan pergi dan menjauh dari diri kita ? Allahumusta’an..

Maka, seorang muslim apabila keluar dari ramadhan terdapat 3 golongan :

  1. Golongan orang-orang yang mengenal Allah hanya pada saat bulan Ramadhan saja, akan tetapi saat keluar dari ramadhan dia sudah tak ingat Allah lagi
    … dan itu banyak terjadi pada kaum muslimin saat ini

    Sebelum ramadhan ia tak pernah shalat berjamaah di masjid, dan ketika ramadhan datang masyallah dia begitu rajin untuk shalat berjamaah. Al-Qur’an yang terdapat di laci-laci tak pernah dibuka, akan tetapi pada saat ramadhan ia berusaha untuk mengkhatamkan al-qur’an, dan ketika ramdhan berlalu ia memasukkan al-qur’an itu kedalam laci-laci dan rak buku mereka lagi. Sebelum ramadhan ia tak pernah menyantuni anak yatim piatu dan fakir miskin dan jarang bersedekah, ketika ramadhan datang ia begitu giat melakukannya, dan setelah ramadhan berlalu ia tak pernah menyantuni lagi. Padahal fakir miskin, yatim piatu tidak butuh makan tidak hanya pada bulan Ramadhan saja. Kalau cara ibadah kita seperti itu, maka kita hanya mengenal Allah hanya pada saat bulan ramadhan saja. Berarri selama ini kita hanya menajdi pengikut ramadhan, bukan pengikut Allah.

  2. Golongan orang-orang yang dibulan ramadhan tak kenal Allah, setelah ramadhan pun tak kenal Allah

    … dan ini adalah secelaka-celakanya manusia.

    Selama 11 bulan tubuh kita bermaksiat, mata, telingan, kaki. Maka karena Allah sayang kita, Allah datangkan bulan ramadhan. Namun tetapi ada orang yang tak paham dan mengerti bahwa ramadhan itu harus dimaksimalkan cara beribadah didalamnya untuk menghapuskan dosa-dosa kita. Hadirnya ramadhan tak menyentuh hatinya. Sebelum ramadhan ia tak pernah shalat jamaah, pun begitu pula saat ramadhan. Sebelum ramadhan ia tak pernah bersedekah, pun begitu pula saat ramadhan hadir. Sebelum ramadhan ia tak pernah membaca kalam Allah, pun begitu saat ramadhand datang. Inilah orang yang tak mengenal Allah. Maka kita doakan saudara-saudara kita yang demikian supaya mendapat hidayah, supaya ia bisa merasakan manisnya beribadah dan mengenal Allah.

    … Seandainya orang itu mengenal manisnya beribadah, niscaya singgasana ia tinggalkan demi manisnya beribadah tersebut.

    Maka semoga kita tak termasuk golongan pertama dan kedua.

  3. Golongan orang-orang yang mengenal Allah dibulan Ramdhan, jatuh cinta pada Allah dibulan ramadahan, kemudian melanjutkan cintanya kepada Allah diluar bulan ramadhan.

    ….Inilah orang yang berhasil.

    Sebelum ramadhan jarang membuka al-qur’an, saat ramgan ia berusaha mengkhatamkannya, dan setelah ramadhan ia meneruskan bacaannya. Sebelum ramadhan ia jarang shalat berjamaah, saat ramadhan ia non stop shalat berjamaah, dan ketika ramadhan berlalu ia melanjutkan kebiasaannya itu.

    Dia menjadikan ramadhan sebagai tempat menempa diri, mentarbiyah dirinya, hingga keluar dari ramadhan ia lebih jatuh cinta kepada Allah, dan inilah yang disebut “Supaya kalian menjadi orang yang bertakwa” dalam surat Al-Baqoroh ayat 183.

Meskipun ramadhan telah berlalu, semoga Allah tetapi menjada kekhusyukan dan manisanya ibadah kita, dan semoga saat ramadhan itu pergi, kita menjadi orang yang seperti Allah inginkan “Supaya kalian menjadi orang yang bertakwa”.

Lantas bagaimana definisi takwa ? Diantara salah satunya definisinya adalah engkau melaksanakan amal ketaatan yang sesuai dengan aturan Allah, dan engkau mengharap pahala di sisi Allah, dan engkau meninggalkan maksiat sesuai dengan aturan Allah, sedangkan engkau takut balasan dan siksaan dari Allah.

Ali bin Abi Thalib -radhiallahu anhu- mengatakan, takwa itu terdiri dari 4 unsur : takut kepada Allah (merasa di awasi oleh Allah), mengamalkan isi Al-Qur’an dan As-Sunnah, dan Qonaah atau ridho , serta menyiapkan bekal menuju hari kematian kita.

Dan ini agar supaya hati kita tentram ..

  1. dia harus yakin dengan apa yang ditangan Allah, daripada apa yang ada ditangan orang lain, bahkan ditangan sendiri
  2. kalau engkau terkena musibah, maka engkau lebih mengharap pahala yang ada disisi Allah (atas pahala dari musibah tersebut), daripada kenikmatan itu dikembalikan kepadanya
  3. engkau menyamakan orang yang memujimu dan orang yang mecelamu selama engkau dalam kebenaran == dipuji jangan terlalu membusungkan dada, dicela jangan terlalu sakit hati, karena orang yang qona’ah hanya berharap apa yang ada di sisi Allah

Perbagusilah perahumu, karena sesungguhnya lautan itu dalam, dan perbanyaklah bekalmu, karena sesungguhnya perjalan itu masih panjang dan melelahkan.

Dan sebaik-baik bekal itu adalah TAKWA.

“Dunia semakin mejauh membelakangi kita, sedangkan akhirat semakin mendekat dan menuju ke arah kita, dan setiap diantara dunia dan akhirat dua-duanya mempunyai pengikut, jadilah kalian pengikut-pengikut akhirat, jangan menjadi pengikut dunia”

Semoga bermanfaat ~ Barakallahufikum .

jejak ramadhan

Ya Allah, golongkan kami kedalam golongan orang-orang yang bertakwa …

[image source] : facebook.com